DETAIL KOLEKSI

Perbaikan sistem perawatan mesin injection dengan menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) di PT. Dynaplast


Oleh : Afifah Ramadhani Denias Putri

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Amal Witonohadi

Pembimbing 2 : Didien Suhardini

Subyek : Machinery in industry - Maintenance and repair;Maintainability;Reliability

Kata Kunci : preventive maintenance, RCM, mesin injection, FMEA


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TI_063001500099_Halaman-Judul.pdf 937.23
2. 2019_TA_TI_063001500099_Lembar-Pengesahan.pdf 480.33
3. 2019_TA_STI_063001500099_Bab-1_Pendahuluan.pdf 462.39
4. 2019_TA_TI_063001500099_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 946.77
5. 2019_TA_TI_063001500099_Bab-3_Metode-Penelitian.pdf 292.94
6. 2019_TA_TI_063001500099_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2121.3
7. 2019_TA_TI_063001500099_Bab-5_Kesimpulan.pdf 262.28
8. 2019_TA_TI_063001500099_Daftar-Pustaka.pdf 303.69
9. 2019_TA_TI_063001500099_Lampiran.pdf 555.22

P PT. Dynaplast merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang manufaktur plastic packaging. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan adalah masih sering terjadinya perawatan mesin yang tidak terjadwalkan yang mengakibatkan tingginya downtime. Metode perawatan yang selama ini digunakan adalah preventive maintenance, namun belum dilakukan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan mesin kritis, mengidentifikasi mode kegagalan dan memberikan usulan tindakan perawatan yang tepat dari mode kegagalan dengan mengggunakan metode RCM. Tahap pengolahan data dimulai dengan menentukan mesin injeksi paling kritis berdasarkan data downtime terbesar, yaitu sebesar 606,25 jam yang kemudian mengidentifikasikan mode kegagalan dengan menggunakan analisa FMEA. Nilai RPN dari analisa FMEA dilakukan untuk menentukan critical ranking dari nilai RPN terbesar untuk kemudian dilakukan pemilihan strategi perawatan yang tepat. Dilakukan tindakan mingguan dan bulanan rutin untuk strategi perawatan Condition Based Maintenance. Dilakukan perawatan sesuai SOP untuk tindakan strategi perawatan corrective maintenance. Berdasarkan strategi perawatan periodical maintenance dilakukan perhitung time to failure dan time to repair untuk mendapatkan interval pemeriksaan dan penggantian pencegahan. Hasil interval penggantian pencegahan komponen piston injeksi adalah 16 hari, nozzle 24 hari, barrel 23 hari dan clamping cylinder 25 hari. Sedangkan hasil interval pemeriksaan untuk keenam komponen tersebut adalah 14 hari. Dari hasil usulan interval penjadwalan tersebut terjadi penurunan downtime sebesar 51%.

P PT Dynaplast is a company which engaged in plastic packaging manufacturing. One of the problem that ensues in the company is an engine damage which frequently appears in an unexpected time, and it leads to a high downtime results. The company uses a preventive maintenance as their preservation method, however it has not been done optimally. The purpose of this study is to determine the critical machine, identify the failure mode and propose appropriate maintenance actions from the failure mode using the RCM method. The data processing stage starts with determining the most critical injection engine based on the biggest downtime data which then identifies the failure mode using FMEA analysis.The RPN value from the FMEA analysis is carried out to determine the critical ranking of the largest RPN value and then to choose the right treatment strategy. Regular weekly and monthly actions are taken for the Condition Based Maintenance strategy. Thus, it carries out a regular tendance according to the standard operating procedure (SOP) for corrective maintenance strategy action. Based on the periodic maintenance strategy, time to failure and time to repair calculations are calculated to obtain the inspection interval and preventive replacement. The interval results of preventive replacement of injection piston components are every 16 days, every 24 days for nozzles , meanwhile for barrels every 23 days and clamping cylinder in every 25 days. While the results of the inspection intervals for the six components are 14 days. From the results of the proposed scheduling interval, the downtime decreased by 51%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?