DETAIL KOLEKSI

Lansekap resort bernuansa Etnik Sasak di Kawasan Pondok Puri Duyung, Taman Impian Jaya Ancol

5.0


Oleh : Anggelia Susanti

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Silia Yuslim

Pembimbing 2 : Untung Mardikarno

Subyek : Hotels and motels;Landscape gardening

Kata Kunci : Taman Impian Jaya Ancol, Sasak etnic nuance,


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2003_TA_SAL_08198004_Halaman-Judul.pdf 3481.26
2. 2003_TA_SAL_08198004_Lembar-Pengesahan.pdf 915.98
3. 2003_TA_SAL_08198004_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1033.81
4. 2003_TA_SAL_08198004_Bab-2_Studi-Kepustakaan.pdf 2182.9
5. 2003_TA_SAL_08198004_Bab-3_Identifikasi-Potensi.pdf 981.11
6. 2003_TA_SAL_08198004_Bab-4_Program-Pengembangan-Tapak.pdf 1086.02
7. 2003_TA_SAL_08198004_Bab-5_Konsep-Perancangan-Lansekap.pdf 1178.38
8. 2003_TA_SAL_08198004_Bab-6_Hasil-Perancangan-Lansekap.pdf 1068.77
9. 2003_TA_SAL_08198004_Daftar-Pustaka.pdf 628.35
10. 2003_TA_SAL_08198004_Lampiran.pdf 10439.36

P Penataan ruang luar suatu areal resort sangat penting artinya, resort merupakan tempat peristirahatan yang menyediakan fasilitas akomodasi lengkap dengan pelayananya bagi wisatawan yang menginap bermaksud untuk beristirahat dan berlibur dari rutinitas aktivitas. Lengkap di pandang sebagai suatu keindahan yang menepatkan pendekatan utama pada kualitas suasana atau pemandangan visual yang didasari oleh berbagai khas seni seperti bentuk warna, tekstur, proporsi, kesatuan dan sebagainya dan lebih menekankanpada pendekatan-pendekatan abstrak. Permasalahan utama pada areal pada areal tapak adalah bagaimana membentuk ruang luar yang dapat menciptkan suasana etnik sasak di kawasan pondok Putri Duyung yang dapat bermanfaat secara optimal dengan memperhatikan aspek fungsi, bentuk ekonomi, waktu, potensial kendala yang ada. Pengembangan areal tapak secara besar dibagi menjadi empat zona yaitu zona penerima, zona rekreasi, zona privat, dan zona penunjang. Pada masing-masing zona tersebut terdapat berbagai fasilitas dan sarana pada zona penerima fasilitas dan sarana yang tersedia berfungsi untuk mrngarahkan tidak berhubungan langsung dengan cottage, zona rekreasi, fasilitas dan sarana yang tersedia adalah yang kegiatanya berhubungan langsung dengan cottage atau merupakan aktivitas ruang luar, zona privat fasilitas yang adalah cottage yang terdiri dari lima tipe cottage, sedangkan pada zona penunjang fasilitas dan sarana yang tersedia berfungsi untuk menunjang kegiatan di dalam tapak. Seperti parkir dan area servis. Konsep dasar perencangan lansekap ini adalah nuansa etnik sasak dengan menggunakan alam sebagai pendekatan tema. Penerapan bentuk-bentukan organik dan nonformal dianggap paling tepat untuk pendekatan tema. Fasilitas - fasilitas yang ada pada zona penerimaan adalah yang bersifat tidak langsung seperti gerbang masuk, plaza penerima, kelaga ae (front office). Zona rekreasi meliputi fasilitas, restoran terbuka, amphiteater, area pesta terbuka, zona privat menyediakan fasilitas penginapan yang dibagi menjadi lima tipe seperti bale kecil, bale Sasak, bale Lombok, bale Agung, Bale Kapal. Sedangkan pada zona penunjang merupakan kegiatan di dalam tapak terdapat parkir mobil, parkir servs, gudang pemeliharaan, kantor pemeliharaan.

E Exerior decoration of resort area is very important. A resort is a recreational area which provides accommodation and other services for some overnight tourists wishing to spend their holiday and escape themselves from routine activities. A resort should represent a cmplete magnificence which is based on the quality of atmosphere or visual view based on various spesific arts, such as color, texture, proportion, entity, etcetera. It stresses on the abstract approaches. The mian issuesrelating to the site area is how to shape anexterior decoration which may create an atmosphere of Sasak etnic at area of Putri Duyung cottage, which may optimally useful by considering the aspects of function, economic shape, time and potential of existing obstacles. In general, the development of site area is classified into four zones namely: reception zone, recreation zone, private zone and supporting zone. Each zone is supported by some facilities and equipments. At the reception zone, the existing facilties and equipment may function to direct the communication so that it can not directly connected the the cottage. At the recreation zone , the existing facilities and equipments are directly connected to the cottage and the activites are carrying out external activities, consisting of five types of cottages. At the supporting zone the existing facilities and equipments may function to support some activities carried out at the site such as parking, area and service area. This basic landscape planning is based on Sasak etnic nuance by utilizing the nature as theme approach. application of organic and non formal shapes are considered to be most accurate for the theme approach. The existing facilities at the reception zone are indirect in nature, such as gateway, reception plaza, front office. Recreation zone provide some facilities which are directly connected to the resort's activities, such as playground, sports area, open restaurant, amphitheater, open party area. Private zone provide some lodging facilities which are classified into five types, such as Bale Kecil, Bale Sasak, Bale Lombok, Bale Agung, Nale Kapal. Supporting zone is azone which support the activated performed inside the site, consisting of parking are, parking service, maintenance warehouse, and maintenance office

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?