DETAIL KOLEKSI

Evaluasi penanggulangan kick dengan metode wait and weight pada sumur KPM-014 lapangan XYZ

2.8


Oleh : Annisa Prameswari

Info Katalog

Nomor Panggil : 1059/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Mulia Ginting

Pembimbing 2 : Rizky Akbar

Subyek : Oil well drilling

Kata Kunci : well killing, wait and weight method, well control, kick, drilling


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. TA_TM_071001400020_Halaman-Judul.pdf 3572.09
2. TA_TM_071001400020_BAB1.pdf 664.54
3. TA_TM_071001400020_BAB2.pdf 2181.76
4. TA_TM_071001400020_BAB3.pdf 687.54
5. TA_TM_071001400020_BAB4.pdf 1222.6
6. TA_TM_071001400020_BAB5.pdf 735.07
7. TA_TM_071001400020_Daftar-Pustaka.pdf 594.21
8. TA_TM_071001400020_Lampiran.pdf 981.07

P Pada kegiatan pemboran vertikal Sumur KPM-014 Lapangan XYZ, terdapat permasalahan berupa kick yang terjadi ketika pemboran lubang 8-1/2” menembus kedalaman 8488.64 ft. Indikasi kick terlihat dari adanya drilling break disertai aliran yang terbaca di permukaan. Permasalahan kick yang terjadi di sumur ini harus segera ditanggulangi. Apabila kick tidak segera ditanggulangi, maka dikhawatirkan terjadi blow out.Pada Sumur KPM-014, indikasi kick pertama kali terdeteksi dengan SIDPP 150 psi dan SICP 200 psi. Kick tersebut terjadi ketika pemboran berlangsung menggunakan lumpur seberat SG 1.07. Penanggulangan yang langsung dilakukan adalah dengan melakukan sirkulasi lumpur berat dengan metode wait and weight. Berdasarkan kronologi di lapangan, lumpur berat yang dibutuhkan untuk menanggulangi kick tersebut adalah seberat SG 1.12. Setelah dilakukan sirkulasi lumpur berat tersebut, kick tidak dapat teratasi. Hal ini terlihat dari masih adanya aliran. Kick masih terus terjadi sehingga harus dilakukan sirkulasi kedua dengan lumpur berat sebesar SG 1.36 dan sirkulasi ketiga dengan berat lumpur sebesar SG 1.42. Setelah sirkulasi tersebut, kick masih belum teratasi karena masih ada aliran. Penanggulangan kick dengan metode wait and weight kembali dilakukan, dan kick berhasil ditanggulangi secara tuntas pada sirkulasi keempat dengan lumpur berat sebesar SG 1.48 dan waktu yang dibutuhkan adalah 35 jam, meliputi waktu sirkulasi, persiapan pembuatan lumpur, dan penutupan sumur dan BOP.Terdapat beberapa hal yang menjadi kemungkinan penyebab kick baru dapat ditanggulangi dengan empat kali sirkulasi, yaitu adanya kesalahan pembacaan data diawal, maupun kerusakan alat.Berdasarkan hasil evaluasi, permasalahan kick tersebut dapat ditanggulangi dengan satu kali sirkulasi lumpur berat sebesar SG 1.48. Jumlah barite yang dibutuhkan untuk memberatkan lumpur dari berat lumpur awal adalah sebanyak 1283 sak. Waktu yang diperlukan untuk menanggulangi kick tersebut dengan satu sirkulasi metode wait and weight tentunya lebih singkat. Meliputi waktu sirkulasi, pembuatan lumpur, serta penutupan sumur dan BOP, maka waktu yang diperlukan hanya 4.5 jam. Dilihat dari data aktualnya, pengerjaan well killing dengan satu kali sirkulasi ini dapat mempersingkat waktu hingga 30.5 jam.

I In the vertical drilling activity of the KPM-014 Well of XYZ Field, there is a problem in the form of a kick which occurs when the drilling of the 8-1 / 2 "hole penetrates the depth of 8488.64 ft. Kick indications can be seen from the drilling break with readable flow on the surface. Kick problems that occur in this well must be addressed immediately. If the kick is not immediately addressed, it is feared that a blow out will occur.In the KPM-014 well, the first kick indication is detected with SIDPP 150 psi and SICP 200 psi. The kick occurred when drilling took place using mud weighing SG 1.07. The immediate response is to do kill mud circulation with the wait and weight method. Based on the chronology in the field, the heavy mud needed to overcome the kick is as heavy as SG 1.12. After the circulation of the kill mud, the kick cannot be overcome. This can be seen from the flow. The kick continued to occur so the second circulation must be carried out with kill mud weighing SG 1.36 and the third circulation with kill mud weighing of SG 1.42. After the circulation, the kick was still not resolved because there was still a flow. The kick countermeasures with the wait and weight method were again carried out, and the kick was successfully resolved in the fourth circulation with kill mud weighing SG 1.48 and the time taken was 35 hours, including circulation time, preparation of mud mixing, and well closure and BOP.There are a number of things that are likely to cause the kick to be overcome by four times circulation, namely the existence of errors in reading the data at the beginning, or damage to the tool.Based on the results of the evaluation, the kick problem can be overcome with a one-time circulation of kill mud weighing SG 1.48. The amount of barite needed to burden the mud from the weight of the initial mud is 1283 sacks. The time needed to overcome the kick with one circulation of wait and weight method is certainly shorter. Including circulation time, mixing mud, and closing wells and BOP, the time needed is only 4.5 hours. Judging from the actual data, this one-time circulation of well killing can shorten the time to 30.5 hours.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?