DETAIL KOLEKSI

Pengaruh beban dan waktu aerasi pada reaktor granular aerobic sludge - sequencing batch reactor (GAS-SBR) untuk mengolah air limbah rumah pemotongan ayam


Oleh : Indri Septiana

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Ratnaningsih

Pembimbing 2 : Rositayanti Hadisoebroto

Subyek : Sewage treatment systems

Kata Kunci : chicken slaughter wastewater, load variation, aeration time variation, granular aerobic sludge, seq


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_STL_082001400033_Halaman-judul.pdf 3081.54
2. 2019_TA_STL_082001400033_Bab-1.pdf 124.19
3. 2019_TA_STL_082001400033_Bab-2.pdf 473.79
4. 2019_TA_STL_082001400033_Bab-3.pdf 248.59
5. 2019_TA_STL_082001300033_Bab-4.pdf 545.69
6. 2019_TA_STL_082001400033_Bab-5.pdf 114.93
7. 2019_TA_STL_082001400033_Daftar-pustaka.pdf 239.21
8. 2019_TA_STL_082001400033_Lampiran.pdf 326.27

U Usaha Rumah Pemotongan Ayam (RPA) menjadi usaha kecil yang banyak diminati di karenakan tingginya jumlah konsumsi daging ayam dan telur karena harga yang murah dan terjangkau masyarakat. Agar limbah yang dihasilkan oleh RPA tidak mencemari lingkungan sekitar, maka dibutuhkan pengolahan limbah teknologi tepat guna yang mudah digunakan yaitu, Granular Aerobic Sludge - Sequencing Batch Reactor (GAS-SBR) di karenakan limbah RPA memiliki kandungan organik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan GAS sebagai media pada lumpur aktif dalam SBR. Pada penelitian ini, konsentrasi awal COD influen memiliki nilai sebesar 6406,4 mg/L sehingga untuk mengurai kandungan organik, konsentrasi beban COD divariasikan 100% air limbah asli lalu di encerkan menjadi 75% dan 50%. Sehingga didapatkan nilai konsentrasi variasi masing- masing sebesar 6144 mg/L, 4608 mg/L dan 3072 mg/L. Waktu aerasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah selama 4, 6, dan 8 jam. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini adalah COD, BOD, TSS, dan Amoniak. Penyisihan COD tertinggi sebesar 75% terjadi dengan beban sebesar 3072 mg/L dan waktu selama 4 jam dengan efluen sebesar 768 mg/L. Sedangkan penyisihan BOD tertinggi sebesar 56,25% terjadi pada beban sebesar 3200 mg/L dan waktu selama 4 jam dengan efluen sebesar 1400 mg/L. Penyisihan tertinggi TSS sebesar 50,35% terjadi pada beban sebesar 2,83 mg/L waktu aerasi 8 jam, memiliki nilai efluen sebesar 1,41 mg/L. Selanjutnya, penyisihan tertinggi amoniak sebesar 67,91% terjadi dengan beban sebesar 3,45 mg/L dan waktu aerasi 4 jam, memiliki nilai efluen sebesar 1,11 mg/L. Untuk parameter TSS dan Amonia sudah memenuhi baku mutu standar limbah pemotongan hewan, sedangkan untuk parameter BOD dan COD masih memiliki nilai kadar diatas baku mutu standar limbah pemotongan hewan.

I In general, chicken slaughterhouses have capacity of slaughtering more than 40.000 chickens per day so it’s produce a high waste water. It takes sewage treatment appropriate technology, Granular Aerobic Sludge which use Sequencing Batch Reactor (GAS-SBR) due to the high of BOD and COD. The purpose of this research is to analysis GAS ability in decreasing several parameter. This research was conducted with GAS as a medium for activated sludge in SBR. The initial concentration COD influent is 6406,4 mg/L and variated three concentration are 6144 mg/L, 4804,8 mg/L and 3072 mg/L of diluted pure water. The parameters that used in this research was COD, BOD, TSS, and ammonia. The highest removal of COD is 75%, with 3072 mg/L load and 4 hours time aeration with an effluent 768 mg/L. The highest removal of BOD is 56,25%, with 3200 mg/L load and 4 hours time aeration with an effluent 1400 mg/L. The highest removal of TSS is 50,35%, with 2,83 mg/L load and 8 hours aeration time with an effluent 1,41 mg/L. The highest removal of ammonia is 67,91%, with 3,45 mg/L load and 4 hours aeration time with an effluent 1,11 mg/L. The parameter for the TSS and ammonia have meet the quality ministry environment no.5 2014 law for slaughterhouses, while the BOD and COD parameters are exceeding the standards.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?