DETAIL KOLEKSI

Usulan perancangan tata letak lantai produksi lini APV berdasarkan Metode Corelap-Craff dan Metode Roc-Hollier pada Dharma Automotive Component


Oleh : Desah Kholillah Amalia

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2007

Pembimbing 1 : Inten Tejaasih

Pembimbing 2 : Rahmi Maulidya

Subyek : Production management;Production scheduling

Kata Kunci : planning, corelap-craft method, roc-hollier method, dharma automotive component


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2007_TA_TI_06302162_Halaman-Judul.pdf 6292.5
2. 2007_TA_TI_06302162_Bab-1.pdf 1712.45
3. 2007_TA_TI_06302162_Bab-2.pdf 13872.9
4. 2007_TA_TI_06302162_Bab-3.pdf 3234.13
5. 2007_TA_TI_06302162_Bab-4.pdf 11913.29
6. 2007_TA_TI_06302162_Bab-5.pdf 19413.27
7. 2007_TA_TI_06302162_Bab-6.pdf 2164.14
8. 2007_TA_TI_06302162_Bab-7.pdf 502.92
9. 2007_TA_TI_06302162_Daftar-Pustaka.pdf 248.37
10. 2007_TA_TI_06302162_Lampiran.pdf 81778.07

D Dharma Automotive Component line APV merupakan bagian dari Unit Strategi Bisnis 3 pada PT. Dharma Polimetal yang bergerak di bidang industri manufaktur yang memproduksi komponen-komponen otomotif roda empat untuk PT. lSI. Jika dilibat dari laban lantai produksi yang ada saat ini, line APV telab menggunakan secara maksimum laban yang tersedia . Namun dengan adanya penambaban permintaan untuk komponen­ komponen otomotif roda empat dari PT. AAA dan PT. ADM, mengakibatkan pemakaian mesin-mesin pada line APV harus digunakan bergantian untuk proses produksi komponen­ komponen PT. AAA dan PT. ADM. Oleh karena itu, perusabaan ingin merancang kembali tata letak lantai produksi line APV yang lebib baik pada laban yang baru.Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan jumlab mesin yang harusdigunakan dalam proses produksi untuk mencapai target produksi yang diinginkan perusahaan, memberikan usulan perancangan tata letak lantai produksi yang sesuai dengan jumlah mesin yang dibutuhkan dengan membandingkan karakteristik metode CORELAP­ CRAFf dan metode ROC-Hollier dalam penyelesaian masalah tata letak lantai produksi.Pada tabap awal perancangan, yang pertama kali dilakukan adalah perbitunganwaktu baku untuk mengetahui waktu proses produksinya, yang kemudian dilanjutkan dengan membuat peta proses operasi . Tahap berikutnya adalah membuat lembar pengurutan produksi (Routing Sheet) untuk mengetabui jumlab mesin yang dibutuhkan, yaitu 1 mesin Bending Vertical BYE, 1 mesin Spot Welding, 1 mesin Spot Guntree, 2 mesin MIG Welding MIG, 1mesin Drilling DRL dan 1buab Finishing Table . Selanjutnya dilakukan perhitungan luas lantai produksi untuk mengetahui perkiraan luas lantai produksi, berdasarkan jumlah mesin usulan, dan area fasilitas pendukung, yaitu seluas234,75 m2. Kemudian dilakukan perhitungan Material Handling Planning Sheet (MHPS)yang akan digunakan sebagai dasar pembuatan Peta Dari - Ke (From To Chart) Jarak dan Activity Relationship Chart yang digunakan dalam pembuatan skala prioritas untuk mengetabui bubungan kedekatan antar departemen. Tahap selanjutnya adalah perancangan tata letak dengan dua pendekatan yaitu Process Layout dan Group Technology Layout. Pendekatan Process Layout menggunakan metode CORELAP dalam penentuan tata letak awal lantai produksi , dengan berdasarkan hubungan kedekatan. Kemudian tata letak awal tersebut akan digunakan dalam metode CRAFT untuk mendapatkan tata letak yang lebih baik, dengan memperhatikan jarak perpindahan material antar departemen. Sedangkan pendekatan Group Technology Layout menggunakan metode Rank Order Clustering untuk pengelompokan mesin kedalam sel. Kemudian untuk mendapatkan urutan peletakan mesin ke dalam masing-masing sel tersebut digunakan metode Hollier. Setelah didapat basil tata letak dengan pendekatan Process Layout dan Group Technology Layout, selanjutnya dilakukan perbandingan biaya penggunaan material handling dengan menggunakan Material Hand ling Evaluation Sheet (MHES) masing-masing pendekatan.Dari perhitungan didapat biaya perpindaban material handling selama 1 haridengan metode CORELAP-CRAFT sebesar Rp22.355,53, sedangkan dengan metode ROC-Hollier sebesar Rp22.947,87. Sehingga tata letak yang terpilih adalah tata letak basil perhitungan metode CORELAP-CRAFT.

D Dharma Automotive Component APV line is part of Strategic Business Unit (SBU) 3 of PT. Dharma Polimetal which is one of manufacturing company that produce four wheels automotive components for PT. lSI. From todays floor production area, APV line has been maximalize the used of the area. But the increasing demand of four wheels automotive components from PT. AAA and PT. ADM has made machines on APV line to be used by turn for components process production of PT. AAA and PT. ADM. Because of that, the company would like to re-design a better APV line production floor layout in a new area.The purpose of this final research project is to calculate total machine that has to beused in process production to reach the company production target, giving suggestion of floor production layout design which appropriate with total machine needed by comparing the characteristic of CORELAP - CRAFT method and ROC - Hollier method in solving floor production layout problem.In the beginning step of designing, the first thing to do is to calculating standardtime to find the production process time, and then making Operation Process Chart. Next step is making routing sheet to find total machine needed, there are 1 Bending Vertical BVE machine, 1Spot Welding machine, 1Spot Guntree machine, 2 MIG Welding MIG machine, 1 Drilling DRL machine and 1 Finishing Table. After that, count the floor production area to get the estimation of floor production area based on total machine suggestion and supporting facility area, which is 234,75 m2. Next step is making Material Handling Planning Sheet (MHPS), which use as based of making distance From To Chart (FTC) and Activity Relationship Chart (ARC) to make priority scale to find the closeness relationship between departments. Then, designing layout with two approaches, Process Layout and Group Technology Layout. In Process Layout, CORELAP method is use to determining layout in the first floor production, based on closeness relationship. After that, the first layout will be use in CRAFT method to get a better layout by paying attention to the distance of material handling between departments. Meanwhile, Group Technology layout is using Rank Order Clustering method to grouping machine into cell. And then, Hollier method is being use to get the replacement machine order into each cell. After getting the layout result with Process Layout and Group Technology Layout, next step is comparing the cost of using material handling with Material Handling Evaluation Sheet (MHES) for each approach.From the calculation , the cost of material handling movement for one day withCORELAP-CRAFT method is Rp22.355,53, and with ROC-Hellier method tsRp22.947,87. Thus, the choosen layout is obtained by CORELAP-CRAFT method.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?