DETAIL KOLEKSI

Analisis tingkat kemudahan pembangunan pada kategori tepat guna lahan (appropriate site development) pada green building menurut sudut pandang developer


Oleh : Muhammad Ismail Bawazir

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Bambang Endro Yuwno

Subyek : Construction - Green building concept;Construction - Appropriate land use

Kata Kunci : importance-performance analysis, developer


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1.2019_TA_TS_051001400063_Halaman-judul.pdf 2582.11
2. 2.2019_TA_TS_051001400063_Bab-1.pdf 377.42
3. 3.2019_TA_TS_051001400063_Bab-2.pdf 509.67
4. 4.2019_TA_TS_051001400063_Bab-3.pdf 719.59
5. 5.2019_TA_TS_051001400063_Bab-4.pdf 2039.08
6. 6.2019_TA_TS_051001400063_Bab-5.pdf 368.48
7. 7.2019_TA_TS_051001400063_Daftar-pustaka.pdf 881.75
8. 8.2019_TA_TS_051001400063_Lampiran.pdf 1754.37

K Kemajuan kota besar sering identik dengan banyaknya gedung tinggi di kota tersebut. Berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya polusi udara, air dan tanah merupakan dampak yang timbul dari pembangunan jika tidak memperhatikan faktor lingkungan. Menurut data dari hasil studi Masyarakat Ekonomi ASEAN, menunjukan bahwa bangunan berpotensi memberikan dampak pada kerusakan lingkungan. Apabila pembangunan tersebut terus menerus terjadi tanpa memperhatikan kondisi lingkungan seperti ketepatan penggunaan lahan, pemakaian energi dan air serta penggunaan material bangunan tentu akan berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup di sekitarnya. Konsep Green Building hadir dan menjadi suatu kebutuhan di tengah fenomena global warming dan isu kerusakan lingkungan yang sedang melanda bumi. Green Building didefinisikan sebagai sebuah perencanaan dan perancangan bangunan melalui sebuah proses yang memeperhatikan lingkungan dan menggunakan sumber daya secara efisien pada seluruh siklus hidup bangunan dari mulai pengolahan tapak, perancangan, pembangunan, pemeliharaan, renovasi dan perubahan bangunan. Pada penelitian kali ini penulis ingin menganalisa seberapa besar tingkat kemudahan dalam pembangunan beserta pemanfaatan terhadap objek yang terdapat dalam kategori tepat guna lahan pada green building dari sudut pandang developer yang dimana belum dibahas dalam penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penyebaran kuesioner kepada developer yang sudah pernah terlibat dalam proses pembangunan green building. Analisis data yang diperoleh dari kuesioner, selanjutnya akan dihitung dengan menggunakan rumus yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk diagram kartesius Importance-Performance Analysis. Hasilnya diagram kartesius IPA menunjukkan bahwa faktor 1 (Memilih daerah pembangunan yang dilengkapi minimal 8 dari 12 prasarana sarana kota) merupakan faktor yang memiliki nilai Mudah dalam kemudahan pembangunan dan Sangat Bermanfaat dalam pemanfaatan pada masa operasional.

T The development of big cities is often synonymous with the number of high rise buildings in the city. Reduced green open space, increased air, water and soil pollution are the impacts arising from development if they do not pay attention to environmental factors. According to data from the results of the study of the ASEAN Economic Community, shows that buildings have impacts on environmental damage. If the development of these infrastructures continues without considering or taking care of its environmental conditions such as the accuracy of land use, energy and water use and the use of building materials, it will certainly have an impact on the health and quality of life in the environment. The concept of Green Building exists and becomes a necessity in the midst of the phenomenon of global warming and the issue of environmental damage that is sweeping the earth. Green Building is defined as a building planning and design through a process that takes into account the environment and uses resources efficiently throughout the building's life cycle from site processing, design, construction, maintenance, renovation and building change. In this study the author wants to analyze how much the level of ease in development and the utilization of objects that are in the category of appropriate site development in green building from the view point of developers. Data collection was carried out by distributing questionnaires to the developer who had been involved in the green building development process which is expected to support the accuracy of the data in this study. Analysis of the data obtained from the questionnaire will then be calculated using a formula which is then presented in the form of a Cartesian Importance-Performance Analysis diagram. The results of the IPA Cartesian diagram show that factor number 1 (Selecting a development area that is equipped with a minimum of 8 out of 12 urban infrastructure) is a factor that has a value of ease of development and is very useful in utilization during the operational period.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?