DETAIL KOLEKSI

Analisis kinerja sistem pengkondisian udara pada pesawat terbang Boeing 747-400


Oleh : Jimly

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Julius Rahman

Subyek : Airplanes - Air conditioning

Kata Kunci : system performance, air conditioning, aircraft, Boeing 747-400


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TM_06199154_Halaman-Judul.pdf 3909
2. 2005_TA_TM_06199154_Bab-1.pdf 1699.86
3. 2005_TA_TM_06199154_Bab-2.pdf 4143.13
4. 2005_TA_TM_06199154_Bab-3.pdf 6149.72
5. 2005_TA_TM_06199154_Bab-4.pdf 1308.74
6. 2005_TA_TM_06199154_Bab-5.pdf 6733.02
7. 2005_TA_TM_06199154_Bab-6.pdf 1146.1
8. 2005_TA_TM_06199154_Daftar-Pustaka.pdf 922.53
9. 2005_TA_TM_06199154_Lampiran.pdf 5381.32

P Pengkondisian udara pada pesawat terbang merupakan bentuk perlakuan udara sedemikian rupa untuk mencapai kondisi udara yang sesuai dengan persyaratan keselamatan dan kenyamanan bagi penumpang.Sistem pendinginan pada pesawat terbang tidak hanyadigunakan untuk menjaga temperaturnya saja , tetapi juga untukmenjaga tekanan kabin pesawat. Karena hal tersebut , maka kapasitas mesin pendingin yang diperlukan sangatlah besar dan harus dapat memenuhi syarat itu.Pesawat Boeing 747-400 ini menggunakan sistem AirRefrigeration Cycle jenis Bootstrap, yang komponen utamanya adalah Turbin pendingin, kompresor, dan heat exchanger. Alasan penggunaan sistem ini adalah karena kapasitas kompresor mesin turbojet yang besar, dan kecepatan pesawat yang dapat mencapai 990 Km/h.Faktor-faktor beban pendinginan yang harus dilayani mencakup perpindahan panas melalui badan pesawat, radiasi sinar matahari melalui bagian transparan, panas yang timbul dari penumpang dan peralatan kabin. Dari besar total beban pendinginan yang ada , dapat dihitung besar kapasitas mesin pendinginan yang dibutuhkan untuk melayani beban tersebut. Untuk kemudian dibandingkan dengan kapasitas mesin yang tersedia.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?