DETAIL KOLEKSI

Hubungan pengetahuan personal hygiene dengan pitiriasis versikolor pada laki-laki usia produktif


Oleh : Annisa Kamilah

Info Katalog

Nomor Panggil : S 723

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Noviani Prasetyaningsih

Subyek : Tinea Versicolor;Hygiene

Kata Kunci : pityriasis versicolor, knowledge, personal hygiene, education


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KD_03012027_Halaman-judul.pdf 1319.38
2. 2016_TA_KD_03012027_Bab-1-Pendahuluan.pdf 722.15
3. 2016_TA_KD_03012027_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 958.05
4. 2016_TA_KD_03012027_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 729.19
5. 2016_TA_KD_03012027_Bab-4-Metode.pdf 836.75
6. 2016_TA_KD_03012027_Bab-5-Hasil.pdf 732.93
7. 2016_TA_KD_03012027_Bab-6-Pembahasan.pdf 720.53
8. 2016_TA_KD_03012027_Bab-7-Kesimpulan.pdf 714.06
9. 2016_TA_KD_03012027_Daftar-pustaka.pdf 728.76
10. 2016_TA_KD_03012027_Lampiran.pdf 2166.57

L LATAR BELAKANG Personal hygiene dijadikan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit kulit karena tubuh setiap hari terpapar dengan mikroorganisme patogenik, oleh karena itu untuk mencegah penyebaran mikroorganisme, individu harus memperhatikan personal hygiene yang baik. Tindakan memperhatikan personal hygiene ini dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang tentang personal hygiene yang dipengaruhi oleh pendidikan. Pitiriasis versikolor merupakan penyakit infeksi jamur superfisial pada kulit yang paling sering terjadi di dunia. Prevalensinya bervariasi sampai dengan 50 % pada daerah tropis. Indonesia merupakan negara tropis karena beriklim panas dengan kelembaban tinggi. Laki-laki usia produktif adalah laki-laki usia 15-59 tahun dengan segudang aktifitas. Peneliti akan mencari hubungan antara pengetahuan personal hygiene dengan pitiriasis versikolor pada laki-laki dengan segudang aktifitas yaitu laki-laki usia produktif dengan pekerjaan lapangan dan latar pendidikan yang berbeda-beda. METODE Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan alat pemeriksaan lampu Wood. Pengambilan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner sekaligus mewawancarai responden laki-laki usia produktif di RT 1, 2, dan 3 RW 11 Kelurahan Tomang-Jakarta Barat. Jumlah responden sebanyak 104 orang dimana analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Analisis diolah dengan program SPSS 22.0. HASILJumlah responden yang diteliti peneliti sebanyak 104 sampel. Hasil uji univariat adalah frekuensi responden yang terinfeksi pitiriasis versikolor sebanyak 5 responden dan yang tidak sebanyak 99 responden, frekuensi yang mempunyai pengetahuan personal hygiene yang tinggi sebanyak 69 responden dan yang tidak tinggi sebanyak 35 responden. Hasil uji bivariat antara variabel tergantung pitiriasis versikolor dengan variabel bebas, yaitu tingkat pendidikan, pekerjaan lapangan, dan tingkat pengetahuan personal hygiene adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan pitiriasis versikolor (p = 0,467), tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan lapangan dengan pitiriasis versikolor (p = 0,869), dan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan pitiriasis versikolor (p = 0,025).KESIMPULANDapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan pitiriasis versikolor, pekerjaan lapangan dengan pitiriasis versikolor dan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan pitiriasis versikolor.

B BACKGROUND Personal hygiene becomes a factor of skin disease’s epidemiology because body contacts with pathogenic microorganism everyday. Therefore to prevent the spreading of microorganism, an individu has to look forward good personal hygiene. This caring behavior against personal hygiene is affected by knowledge of someone to the personal hygiene itself that affected by education. Pityriasis versicolor is a superficial mycological-infected skin disease that mostly happen in the world. Variant prevalency is till 50% in tropical-climate region. Indonesia is a tropical country because it has a hot climate with high wetness. Productive-aged men is a group of man with age from 15-59 years old with many activities. Researcher will find the correlation between knowledge of personal hygiene with pityriasis versicolor on productive-aged men with outdoor job and variant level of education. METHODS This study was an analytic study with cross-sectional design. The data for this study were collected from questionnaire and Wood lamp examination which were given and asked to the productive-aged men of RT 1, 2 and 3 RW 11 Tomang-West Jakarta. Total respondents were 104 people in which the data were analyzed in univariate and bivariate by using Chi-square test. The study analysis used SPSS version 22.0.RESULTSThere were 104 respondents in total to be used in this research. The result of the univariate test are the frequency of the respondents who has pityriasis versicolor are 5 respondents and those who are not are 99 respondents and the frequency of those respondents who have a high grade knowledge are 69 respondents and those who have low grade knowledge are 35 respondents in total. The result of bivariate test are there is no significant correlation between education grade and pityriasis versicolor (p = 0,467). There is no significant correlation between outdoor job and pityriasis versicolor (p =0,869). There is a significant correlation between knowledge grade and pityriasis versicolor (p = 0,025). CONCLUSION There is no significant correlation between education grade and pityriasis versicolor, outdoor job and pityriasis versicolor and there is a significant correlation between knowledge grade and pityriasis versicolor.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?