DETAIL KOLEKSI

Perancangan desain komunikasi visual dalam pembuatan kartu belajar membaca Anak


Oleh : Aularakha Suparliah

Info Katalog

Nomor Panggil : 0035/DKV/2014

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Gandjar Sakri

Pembimbing 2 : Virginia S

Subyek : Visual communication design

Kata Kunci : card, reading


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_DKV_09110163_Halaman-judul.pdf 560.21
2. 2014_TA_DKV_09110163_Bab-1.pdf 320.27
3. 2014_TA_DKV_09110163_Bab-2.pdf 450.49
4. 2014_TA_DKV_09110163_Bab-3.pdf 669.39
5. 2014_TA_DKV_09110163_Bab-4.pdf 255.59
6. 2014_TA_DKV_09110163_Bab-5.pdf 380.36
7. 2014_TA_DKV_09110163_Bab-6.pdf 112.68
8. 2014_TA_DKV_09110163_Daftar-pustaka.pdf 278.44

K Kemampuan membaca adalah salah satu persyaratan utama yang harusdipenuhi jika anak ingin masuk ke Sekolah Dasar (SD). Akibatnya, banyak orangtua yang memaksa anaknya bisa baca sejak usia Taman Kanak-kanak (TK).Bahkan, orang tua pun mengikutkan anak pada bimbingan les membaca danmenulis. Padahal, usia TK adalah masa bermain anak. Mereka belajar denganbermain, bukan dengan pendidikan formal. Oleh karena itu, proses menumbuhkanminat baca anak tidak boleh dipaksakan atau dengan metode dalam pendidikanformal. Melainkan dengan metode bermain sambil belajar. Salah satunya adalahdengan Kartu Belajar Membaca atau yang biasa disebut Flashcard digunakanuntuk mengajar bayi dan balita. Pertama kali digagas oleh Visi Victory. Padatahun 2007 Kartu Belajar Membaca bayi tersebar ke toko-toko buku terkemuka diIndonesia. Kehadiran flashcard bayi mendapat sambutan hangat sehinggabeberapa produk menjadi bestseller.Kartu Belajar Membaca mempunyai visi mencerdaskan anak Indonesiadengan produk berkualitas dan harga terjangkau. Dengan kartu ini anak akanseperti sedang menikmati permainan. Metode ini sangat efektif digunakan untukpembelajaran pada usia TK. Pada usia ini mereka dilatih untuk mengenal bentukbentukhuruf sebagai awal agar anak bisa membaca

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?