DETAIL KOLEKSI

Perencanaan sistem penyediaan air minum Gambung Kabupaten Bandung sampai dengan tahun 2040


Oleh : Rachel Dista Zebua

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Winarni

Pembimbing 2 : Riana Ayu Kusumadewi

Subyek : Water treatment plant;Water supply

Kata Kunci : drinking water supply system (DWSS), design, water demand

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2020_TA_STL_082001500047_Halaman-judul.pdf 17
2. 2020_TA_STL_082001500047_Lembar-Pengesahan.pdf 1
3. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-1_Pendahuluan.pdf 3
4. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-2_Gambaran-umum.pdf 21
5. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-3_Tinjauan-pustaka.pdf 35
6. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-4_Metode-perencanaan.pdf
7. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-5_Analisa-data.pdf 15
8. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-6_Prediksi-kebutuhan-air.pdf 4
9. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-7_Jaringan-distribusi.pdf 24
10. 2020_TA_STL_082001500047_Bab-8_Simpulan.pdf
11. 2020_TA_STL_082001500047_Daftar-pustaka.pdf 1
12. 2020_TA_STL_082001500047_Lampiran.pdf 87

D Dalam rangka memenuhi kebutuhan air minum Kabupaten Bandung yang penduduknya semakin meningkat, pemerintan daerah di bawah tanggung jawab PDAM merencanakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Perencanaan ini dinamakan dengan SPAM Gambung. SPAM Gambung direncanakan akan melayani 4 kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Soreang, Katapang, Margahayu dan Margaasih. Persentase pelayanan di daerah perencanaan ini sebesar 6,72% dimana Kecamatan Margahayu dan Margaasih belum terlayani sama sekali oleh PDAM. Perencanaan ini akan dilakukan secara bertahap, Tahap I hingga tahun 2030 dan Tahap II hingga tahun 2040. Pada tahun 2040 persentase pelayanan mencapai 95,06% dengan kebutuhan air sebesar 465,27 L/detik dan penduduk terlayani sebanyak 758.978 jiwa. Perencanaan ini terdiri dari 2 alternatif. Alternatif 1 memiliki 2 sistem (loop) pelayanan yang terdiri dari 1 unit IPA dan 2 unit reservoir. Alternatif 2 direncanakan memiliki 2 sistem pelayanan yang terdiri dari 2 unit IPA dan 3 unit reservoir. Biaya investasi alternatif 1 sebesar Rp 368.123.750.712 dan alternatif 2 sebesar Rp 328.250.951.504. Rencana anggaran biaya alternatif 2 lebih kecil dibandingkan dengan rencana alternatif 1, sehingga alternatif 2 terpilih untuk dijadikan sebagai dasar perencanaan dengan biaya pemasangan sambungan rumah sebesar Rp 1.688.396/unit. Sistem distribusi alternatif terpilih memanfaatkan gaya gravitasi dalam sistem pengalirannya. Perbedaan elevasi yang cukup besar pada daerah perencanaan ini diatasi dengan menggunakan pipa PN (Pressure Nominal) 16 agar dapat menahan head statis hingga 128 m dan juga menggunakan PRV (Pressure Reducing Valve) untuk mengurangi tekanan yang melebihi 128 m.

T To fulfill the needs of drinking water supply in an increasing population area Bandung Regency, the regional government under the PDAM responsibility plans to develop the Drinking Water Supply System (DWSS). This design is called as Gambung DWSS. The Gambung DWSS is planned to serve 4 sub-districts which consist of Soreang, Katapang, Margahayu and Margaasih districts. The services percentage in this area is 6.72% wherein Margahayu and Margaasih sub-districts have not been served by the PDAM at all. This planning will be carried out in stages consists of phase I until 2030 and phase II in 2040. In 2040, the percentage of the services will reach 95.06% with water needs of 465,27 L/sec and the population will be served as many as 758,978 people. This plan consists of 2 alternatives. Alternative 1 has 2 systems of service consisting of a WTP and 2 reservoir units. Alternative 2 is planned to have 2 service systems consisting of 2 units WTP and 3 reservoir units. The investment cost of alternative 1 is Rp 368.123.750.712 and alternative 2 is Rp 328.250.951.504. From the calculation of investment costs, the cost budget of alternative 2 is smaller than alternative 1, so alternative 2 is chosen to be used as a basis for planning with the installation cost of 1 house connection unit of Rp 1,688,396. The chosen alternative distribution system that utilizes gravity in its jetting system. Significant elevation differences in this planning area are overcome by using PN (Pressure Nominal) 16 pipes to withstand static heads up to 128 m and also using PRV (Pressure Reducing Valve) to reduce pressures that exceed 128 m.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?