DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara paritas dan kejadian perdarahan antepartum pada ibu hamil di RSUD Budhi Asih

2.5


Oleh : Noca Arianti

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1083

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Andreas Andy Atmadja

Subyek : Pregnancy

Kata Kunci : aritas, age, incidence of antepartum bleeding


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013240_halaman-judul.pdf 1215.17
2. 2017_TA_KD_03013240_bab-1-pendahuluan.pdf 701.35
3. 2017_TA_KD_03013240_bab-2-tinjauan-literatur.pdf 800.88
4. 2017_TA_KD_03013240_bab-3-kerangka-konsep.pdf 618.73
5. 2017_TA_KD_03013240_bab-4-metode.pdf 1129.82
6. 2017_TA_KD_03013240_bab-5-hasil.pdf 628.84
7. 2017_TA_KD_03013240_bab-6-pembahasan.pdf 696.3
8. 2017_TA_KD_03013240_bab-7-kesimpulan.pdf 614.72
9. 2017_TA_KD_03013240_daftar-pustaka.pdf 698.25
10. 2017_TA_KD_03013240_lampiran.pdf 1982.62

P Penyebab medis utama dari kematian ibu di Indonesia ialah perdarahan dengan persentase sebesar 30%. Perdarahan sebagai penyebab kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum. Perdarahan antepartum merupakan suatu kasus gawat darurat yang berkisar 3-5% dari seluruh persalinan. Penyebab antara lain plasenta previa dan solusio plasenta. Penyebab tidak langsung perdarahan antepartum antara lain terlalu muda punya anak, terlalu banyak melahirkan, terlalu rapat jarak melahirkan, dan terlalu tua punya anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan antepartum pada ibu hamil. Penelitian menggunakan studi analitik observasional dengan desain Cross-sectional. Penelitian ini mengambil sampel dengan cara Consecutive Sampling pada data rekam medik pasien Perdarahan Antepartum di RSUD Budhi Asih Jakarta Timur pada September-Oktober 2016. Sampel yang diteliti pada penelitian ini sebanyak 46 pasien. Analisis data dengan menggunakan SPSS for Windows versi 21. Uji statistik yang diplih adalah uji Fisher. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan antepartum dengan p=0,165, dan terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian perdarahan antepartum p=0,022. Pada penelitian ini menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan antepartum. Dan terdapat hubungan antara usia dengan kejadian perdarahan antepartum.

T The main medical cause of maternal death in Indonesia is bleeding with a percentage of 30%. Bleeding as a cause of maternal death consists of antepartum hemorrhage and postpartum hemorrhage. Antepartum hemorrhage is an emergency case which ranges from 3-5% of all deliveries. Causes include placenta previa and abruption of the placenta. Indirect causes of antepartum hemorrhage include being too young to have children, giving birth too much, too close to giving birth, and too old to have children. The purpose of this study was to determine the relationship between parity and the incidence of antepartum hemorrhage in pregnant women. The study used an observational analytic study with a cross-sectional design. This study took samples by consecutive sampling on medical record data of patients with antepartum hemorrhage at Budhi Asih Hospital in East Jakarta from September to October 2016. The samples examined in this study were 46 patients. Data analysis using SPSS for Windows version 21. The statistical test chosen was Fisher's test. The results showed that there was no correlation between parity and the incidence of antepartum hemorrhage with p = 0.165, and there was a relationship between maternal age and the incidence of antepartum hemorrhage p = 0.022. In this study stated that there was no relationship between parity and the incidence of antepartum hemorrhage. And there is a relationship between age and the incidence of antepartum bleeding.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?