DETAIL KOLEKSI

Perancangan peletakan pemecah angin pada kondensor pendingin udara dengan menggunakan Metode CFD

0.0


Oleh : Agung Mulyono

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Rosyida Permatasari

Subyek : Refrigeration and refrigerating machinery;Air conditioning - Safety measures

Kata Kunci : condensor, acc, cfd, pemecah angin


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STM_061001800520_Halaman-Judul.pdf 315.47
2. 2020_TA_STM_061001800520_Lembar-Pengesahan.pdf 339.4
3. 2020_TA_STM_061001800520_Bab-1_Pendahuluan.pdf 60.44
4. 2020_TA_STM_061001800520_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 453.27
5. 2020_TA_STM_061001800520_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 74.48
6. 2020_TA_STM_061001800520_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 1119
7. 2020_TA_STM_061001800520_Bab-5_Kesimpulan.pdf 92.64
8. 2020_TA_STM_061001800520_Daftar-Pustaka.pdf 152.62
9. 2020_TA_STM_061001800520_Lampiran.pdf 341.41

P Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan tipe Kondensor Pendingin Udara atau Air Cooled Condenser (ACC) yang berfungsi untuk mengkondensasikan uap keluaran turbin menjadi air dengan bantuan kipas yang memanfaatkan udara sekitar. Kipas ini dipasang tinggi dari tanah yang bertujuan agar kinerja menjadi optimal. Ketika kondisi cuaca memburuk, angin bertiup kencang melewati Kondensor Pendingin Udara yang menyebabkan kinerja kipas tidak optimal, disebabkan oleh daya hisap kipas menurun. Sehingga menyebabkan kondensasi menjadi menurun dan menyebabkan tekanan yang semula vacuum di 0.1 bar (absolut) naik menjadi 0,3 bar (absolut). Mengatasi kinerja Kondensor Pendingin Udara yang memburuk dilakukan pemasangan pemecah angin pada tiang penyangga Kondensor Pendingin Udara yang bertujuan menghambat, mengarahkan dan meratakan angin. Mengetahui posisi peletakan tersebut digunakan metoda Computational Fluid Dynamics (CFD) yang menggunakan perangkat lunak ANSYS 2020 terhadap perubahan arah angin dan kecepatan angin. Penelitian yang dilakukan dengan modifikasi 1 sampai dengan 6. Hasil penelitian diperoleh validasi data error keseluruhan sebesar -2,6% dan sebaran kecepatan angin atau CV semua sudah baik dibawah 15%. Pada kecepatan angin tiap kipas yang paling baik pada modifikasi 1 dengan nilai minimum kecepatan angin sebesar 3,53 m/s. Sedangkan sebaran kecepatan angin tiap kipas-kipas yang paling baik pada modifikasi 1 dan 2. Berdasarkan pola pemecah angin dilihat dari kontur dan CV paling baik pada modifikasi 1 dapat melakukan menghambatan, mengarahkan dan mendistribusikan angin menuju kipas-kipas Kondensor Pendingin Udara.

S Steam Power Plant (PLTU) uses the type of Air Cooled Condenser (ACC). It serves to condense the turbine output steam into water using fans that is exhaled by the surrounding air. Fans installed higher for a better result. While bad weather, the wind is coming to ACC and it reduce fan flow. This causes the condensation to decrease and make exhaust steam pressure increase from 0.1 bar (absolut) to 0.3 bar (absolut). For this problem, we have installed the wind breaker at ACC support. It is used to block and direct the wind. Knowing the position of laying and dimensions of the wind breaker is used the Computational Fluid Dynamics (CFD) method using ANSYS 2020 R3 software on the ACC to changes in wind direction and wind speed. Research carried out with modifications 1 to 6. The results obtained by the distribution of wind speed or CV are all good under 15%. At the best wind speed of each fan in modification 1 with a minimum value of wind speed of 3.53 m / s. While the distribution of wind speeds for each fan is the best in modifications 1 and 2. Based on the wind break pattern seen from the contour and CV, the best in modification 1 can inhibit, direct and distribute the wind to the ACC fans.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?