DETAIL KOLEKSI

Prevalensi kandidiasis psedomembran akut pada penderita lupus ertithematosus sistemik (Laporan Penelitian)

0.0


Oleh : Desyanne Winardi

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.31 WIN p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Dr. drg. Dewi Priandini, Sp.PM.

Subyek : Oral Medicine

Kata Kunci : Lupus erithematosus sistemik, kandidiasis pseudomembran akut, sabouraud dextrose agar


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KG_04010055_Daftar-Pustaka.pdf 1615.72
2. 2014_TA_KG_04010055_Bab-7-Kesimpulan-dan-Saran.pdf 585.74
3. 2014_TA_KG_04010055_Bab-6-Pembahasan.pdf 589.47
4. 2014_TA_KG_04010055_Bab-5-Hasil-Penelitian.pdf 164.2
5. 2014_TA_KG_04010055_Bab-4-Metode-Penelitian.pdf 644.78
6. 2014_TA_KG_04010055_Bab-3-Kerangka-Teori.pdf 596.57
7. 2014_TA_KG_04010055_Bab-2-Tinjauan-Pustaka.pdf 1002.84
8. 2014_TA_KG_04010055_Bab-1-Pendahuluan.pdf 594.13
9. 2014_TA_KG_04010055_Halaman-Judul.pdf 2440.64
10. 2014_TA_KG_04010055_Lampiran.pdf 1535.25

L Latar Belakang: Lupus erithematosus sistemik (SLE) adalah penyakit autoimmun dan pasien ini memiliki peningkatan resiko untuk terkena infeksi karena pengobatan imunosupresif. Kandidiasis pseudomembran akut merupakan salah satu infeksi oportunistik dalam rongga mulut yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan dari jamur kandida terutama kandida albikan. Tujuan: Menentukan prevalensi kandidiasis pseudomembran akut pada penderita lupus erithematosus sistemik (SLE). Metode Penelitian: Metode penelitian adalah observasional dengan rancangan potong silang yang dilakukan pada 70 penderita lupus erithematosus sistemik (59 perempuan, 11 laki-laki) yang telah terdaftar di Yayasan Lupus Indonesia antara Desember 2013 - Januari 2014. Pemeriksaan klinis dilakukan, hasil swab dari lesi diletakkan pada inokulasi piring sabouraud dextrose agar yang diinkubasi selama 48-72 jam. Hasil: Kandidiasis pseudomembran akut yang ditemukan pada penderita lupus erithematosus sistemik di Yayasan Lupus Indonesia adalah sebesar 56%. Jenis kelamin perempuan memiliki persentase sebesar 59% positif terhadap keberadaan kandidiasis pseudomembran akut, sedangkan laki-laki menujukan hasil yang lebih kecil yaitu 36%. Pada pengelompokkan usia didapatkan hasil bahwa kelompok usia 41-50 tahun memiliki persentase tertinggi sebesar 68% dibandingkan dengan kelompok lainnya. Dorsum lidah adalah daerah predileksi yang paling sering dijumpai. Kesimpulan: Kandidiasis pseudomembran akut adalah manifestasi yang cukup banyak (56 %) pada penderita lupus erithematosus sistemik (SLE). Kultur jaringan menggunakan medium sabouraud dextrose agar merupakan metode yang cukup efektif dan terjangkau dalam mendiagnosis infeksi, terutama kandidiasis oral pada penderita dengan atau tanpa lesi klinis terdeteksi .

B Background: Systemic lupus erythematosus (SLE) is anautoimmune disease and these patients have an increased risk for infection due the treatment with immunosuppressives. Acute pseudomembranous candidiasis is one of the opportunistic infections in the oral cavity caused by excessive growth of candida, especially candida albicans Aim: Determine the prevalence of acute pseudomembranous candidiasis in patients with systemic lupus erythematosus (SLE). Study design: A observational cross-sectional study used within 70 patients (59 female, 11 male) that has been registered in Yayasan Lupus Indonesia between December 2013 – January 2014. Clinical examination was realized, scraps from the lesions and inoculation of a sabouraud dextrose agar plate which incubated for 48-72 hours. Results: Acute pseudomembranous candidiasis were found in 56% of the sample of this study at Yayasan Lupus Indonesia. Female has 59% positive to acute pseudomembranous candidiasis, while male has small percentage just about 36% positive. Whereas at age grouping shows the result that group 41-50 has higher percentage about 68% of acute pseudomembranous candidiasis than other group. Dorsum of the tongue was the most involved area. Conclusion: Acute pseudomembranous candidiasis is a frequent diagnosis (56%) in patients with systemic lupus erythematosus (SLE). Tissue culture with sabouraud dextrose agar was an effective and affordable method in the diagnosis of infections, especially oral candidiasis, in patients with or without clinically detectable lesions.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?