DETAIL KOLEKSI

Kajian keterkaitan urban sprawl dengan aksesibilitas pada wilayah teridentifikasi sprawl di Kota Depok


Oleh : Nadya Kintan Khairunissa

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Anita Sintawati Wartaman

Pembimbing 2 : Benny Benjamin Suharto

Subyek : Cities and towns;Land use

Kata Kunci : urban sprawl, accessibility, urban fringe.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_SPW_083001600022_Halaman-Judul.pdf 1067.57
2. 2020_TA_SPW_083001600022_Lembar-pengesahan.pdf 1538.02
3. 2020_TA_SPW_083001600022_Bab-1_Pendahuluan.pdf 429.59
4. 2020_TA_SPW_083001600022_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 315.72
5. 2020_TA_SPW_083001600022_Bab-3_Metode-Penelitian.pdf 138.74
6. 2020_TA_SPW_083001600022_Bab-4_Gambaran-Umum.pdf 1688.43
7. 2020_TA_SPW_083001600022_Bab-5_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 3494.93
8. 2020_TA_SPW_083001600022_Bab-6_Simpulan-dan-Saran.pdf 34.57
9. 2020_TA_SPW_083001600022_Daftar-Pustaka.pdf 104.58
10. 2020_TA_SPW_083001600022_Lampiran.pdf 261.36

K Kota yang mengalami sprawl memiliki karakteristik kota dengan kepadatan penduduk rendah dan ekspansi kota ke arah pinggirannya tinggi, sehingga berdampak padameningkatnya biaya pembangunan karena berbagai infrastruktur penunjang harusdibangun lebih panjang jika dibandingkan dengan wilayah yang sudah kompak.Adanya jarak yang lebih panjang tersebut menyebabkan waktu perjalanan menjadilebih lama ke kawasan perkotaan. Sprawl memiliki konsekuensi dimana penggunaanalat transportasi didominasi oleh kendaraan bermotor karena aksesibilitas jalan yangburuk. Selain itu, karakter yang paling kuat dalam menunjukkan suatu wilayahmengalami urban sprawl atau tidak adalah melalui baik atau buruknya aksesibilitas diwilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara urbansprawl dengan aksesibilitas pada wilayah yang teridentifikasi sprawl di Kota Depokdengan menggunakan variabel atau indikator indeks urban sprawl, waktu perjalanan,dan biaya perjalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptifdan spasial deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa 22 kelurahan atau sebesar73,33% wilayah yang teridentifikasi sprawl di Kota Depok memiliki tingkataksesibilitas yang rendah dan sedang, sehingga kemudahan dan keterjangkauanaksesibilitas di Kota Depok tidak melayani hingga pada wilayah pinggiran kota yangteridentifikasi sprawl. Hal ini menyebabkan penduduk pada wilayah sprawl cenderungmengandalkan penggunaan kendaraan bermotor atau automobile dependency.

S Sprawl are characterized as having cities with low population density and urbanexpansion toward its fringe area are high, causes on rising development costs becauseinfrastructure must be built longer compared to compact area. The existence of alonger distance to urban area also causes travel time to be longer. Sprawl hasconsequence that the use of transportation is dominated by motorized vehicles becauseof poor accessibility. In addition, the strongest character in showing an areaexperiencing urban sprawl or not is through good or bad its accessibility. This studyaims to examine the relationship between urban sprawl and accessibility in identifiedsprawl areas in Depok by using variable or indicators such as urban sprawl index,travel time, and travel costs. The method used in this research is descriptivequantitative and spatial descriptive. This research shows that 22 villages or 73,33%area identified as sprawl in Depok have poor and moderate accessibility. So that theease and affordability of accessibility in Depok does not serve up to the suburban areasthat identified as sprawl, this causes residents in sprawl areas tend to rely on the useof motorized vehicles or automobile dependencies.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?