DETAIL KOLEKSI

Kajian persepsi pengguna terhadap pelayanan BRT TransTangerang koridor Cibodas – Poris Plawad


Oleh : Felia Usfatun Hasanah

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Anita Sintawati Wartaman

Pembimbing 2 : Jaap C. Levara

Subyek : Urban transportation

Kata Kunci : service, BRT Trans Tangerang


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_083001600013_Halaman-judul.pdf 1243.41
2. 2020_083001600013_Lembar-Pengesahan.pdf 935.36
3. 2020_083001600013_Bab-1_Pendahuluan.pdf 828.03
4. 2020_083001600013_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1120.64
5. 2020_083001600013_Bab-3_Metodelogi-Penelitian.pdf 653.14
6. 2020_083001600013_Bab-4_Gambaran-Umum.pdf 2393.84
7. 2020_083001600013_Bab-5_Analisis-....pdf 2543.18
8. 2020_083001600013_Bab-6_Simpulan-...pdf 329.22
9. 2020_083001600013_Daftar-Pustaka.pdf 889.89
10. 2020_083001600013_Lampiran.pdf 1757.25

P Pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota Tangerang yang terusberlangsung, telah meningkatkan mobilitas dengan berbagai macam aktivitas didalamnya. Oleh karena itu pemerintah Kota Tangerang mengadakan transportasimassal yaitu BRT (Bus Rapid Transit) Koridor Cibodas – Poris Plawad sejak tahun2018, load factor BRT masih di bawah standar yang telah ditetapkan olehpemerintah. Ini menunjukan bahwa BRT Trans Tangerang koridor Cibodas – PorisPlawad belum menjadi pilihan mode utama transportasi masyarakat. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pelayanan BRT berdasarkan persepsi pengguna.Variabel yang digunakan untuk mengukur pelayanan bus BRT ini adalah variabelkenyamanan, keselamatan, keteraturan, keamanan dan keterjangkauan. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan menggunakan skalalikert. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan kenyamanan dankeselamatan dalam kategori baik, untuk keamanan BRT termasuk ke kategoriaman, namun untuk keteraturan mendapatkan kategori kurang baik dalam aksesinformasi terhadap pelayanan BRT, seperti ketidaktahuan jadwal keberangkatandan kedatangan bus untuk keterjangkauan mencapai halte pengguna lebih memilihuntuk berjalan kaki, namun adapula yang menggunakan angkot untuk mencapaihalte

P Population growth and the ongoing development of the city of Tangerang have alsoincreased mobility with a variety of activities in it. Therefore, the Tangerang CityGovernment has conducted mass transportation, the BRT (Bus Rapid Transit)Corridor Cibodas - Poris Plawad since 2018, the BRT load factor is still below thestandards set by the government. this showsthat the BRT Trans Tangerang Cibodas- Poris Plawad corridor has not yet the preferred mode of public transportation.The purpose of this study was to determine BRT services based on user perceptions.The variables used to measure the BRT bus service are the variables of comfort,safety, regularity, security and affordability. The method used in this research isdescriptive quantitative and used skala likert. The results of this research show thatcomfort and safety services are in the good category, for the security of the BRT, itis included in the safe category, but for regularity, it is inadequate in accessinginformation on BRT services, such as ignorance of bus departure and arrivalschedules for affordability to reach more bus stops choose to walk, but those whouse public transportation to reach the bus stop.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?