DETAIL KOLEKSI

Kajian keterkaitan kawasan strategis Provinsi Solo – Selo – Borobudur dari sektor pariwisata

5.0


Oleh : Aulya Jyesta Pinanigas

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah

Pembimbing 2 : Anindita Ramadhani

Subyek : Tourist trade

Kata Kunci : linkages, tourism, tourism linkage


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_SPW_083001600007_Halaman-judul-.pdf 2588.4
2. 2020_TA_SPW_083001600007_Lembar-pengesahan.pdf 1665.87
3. 2020_TA_SPW_083001600007_Bab-1_Pendahuluan.pdf 731.03
4. 2020_TA_SPW_083001600007_Bab-2_Tinjauan-pustaka.pdf 600.52
5. 2020_TA_SPW_083001600007_Bab-3_Metode-penelitian.pdf 243.24
6. 2020_TA_SPW_083001600007_Bab-4_Gambaran-umum.pdf 1724.22
7. 2020_TA_SPW_083001600007_Bab-5_Analisis-dan-pembahasan.pdf 3782.78
8. 2020_TA_SPW_083001600007_Bab-6_Simpulan-dan-saran.pdf 311.72
9. 2020_TA_SPW_083001600007_Daftar-pustaka.pdf 329.67
10. 2020_TA_SPW_083001600007_Lampiran.pdf 9182.24

S Solo – Selo – Borobudur, Provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai KawasanStrategis Provinsi (KSP) dalam sudut kepentingan ekonomi di sektor pariwisata.Penelitian ini dilandasi adanya disparitas kunjungan wisatawan pada KSP Solo –Selo – Borobudur yang dimana seharusnya menjadi satu – kesatuan. Sebagai sebuahsistem, KSP, Solo – Selo – Borobudur seharusnya memiliki keterkaitan yang kuatdalam pengembangan dan aktivitas pariwisata. Berdasarkan hal tersebut, penelitianini bertujuan untuk mengkaji perkembangan ketiga kawasan inti (Solo, Selo danBorobudur) sebagai dasar untuk mengidentifikasi tingkat keterkaitan diantarakawasan inti tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah metode skoringterhadap indikator 4 aspek sesuai dengan teori 4A dari Cooper (atraksi,aksesibilitas, amenitas, dan ancillary services). Data yang digunakan adalah datasekunder bersumber dari kota/kabupaten dalam angka tahun 2019, sedangkan dataprimer diperoleh dari wawancara terhadap travel agent serta pemerintah daerahsetempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kawasan Inti I Solo serta KawasanInti III Borobudur sudah memiliki tingkat perkembangan yang tinggi, sedangkan,Kawasan Inti II Selo dan sekitarnya masih pada tingkat perkembangan rendah ataubelum berkembang. Hasil studi juga menunjukkan bahwa keterkaitan diantaraKawasan Inti I Solo dan sekitarnya memiliki keterkaitan yang tinggi denganKawasan Inti III Borobudur dan sekitarnya, sedangkan, D.I. Yogyakarta jugamemiliki keterkaitan yang kuat diantara Solo dan Borobudur dibandingkan denganSolo – Selo – Borobudur

S Solo – Selo – Borobudur, Central Java Province is designated as a ProvincialStrategic Area (KSP) in terms of economic interests in the tourism sector. Thisresearch is based on the disparity of tourist visits at KSP Solo – Selo – Borobudurwhich should be a unity. As a system, KSP, Solo – Selo – Borobudur should have astrong linkage in tourism development and activities. Based on this, this study aimsto examine the development of the three tourism sub-area (Solo, Selo andBorobudur) as a basis for identifying the level of linkage between these tourismsub-areas. The analytical method used is the scoring method for the 4 aspectindicators in accordance with Cooper's 4A theory (attractions, accessibility,amenities, and ancillary services). The data used is secondary data sourced fromcities / regenciesin 2019 figures, while the primary data is obtained from interviewswith travel agents and local local governments. The results of the analysis showthat the Solo tourism sub-area and the Borobudur tourism sub-area already havea high level of development, meanwhile, the Selo tourism sub-area and itssurroundings are still at a low or undeveloped level of development. The results ofthe study also show that the linkage between the Solo tourism sub-area and itssurroundings has a high linkage with the Borobudur tourism sub-area and itssurroundings, while, D.I. Yogyakarta also has a stronger linkage between Solo andBorobudur compared to Solo – Selo – Borobudur.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?