DETAIL KOLEKSI

Monitoring kualitas udara ambient di Muara Karang terhadap partikulat, SO2 dan NOx dari pengoperasian PLTU Muara Karang

2.0


Oleh : Ahdhibar Djayohamtika

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Wahyudi Wisaksono

Pembimbing 2 : Koespraptini Ria

Subyek : Air - Quality control

Kata Kunci : ambient air quality, PLTU Muara Karang, SO2, NOx


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2001_TA_STL_08295001_Halaman-judul.pdf 1092.29
2. 2001_TA_STL_08295001_Lembar-pengesahan.pdf 691.72
3. 2001_TA_STL_08295001_Bab-1_Pendahuluan.pdf 925.46
4. 2001_TA_STL_08295001_Bab-2_Tinjauan-pustaka.pdf 1950.01
5. 2001_TA_STL_08295001_Bab-3_Metode-penelitian.pdf 775.51
6. 2001_TA_STL_08295001_Bab-4_Pengolahan-data-....pdf 1833.23
7. 2001_TA_STL_08295001_Bab-5_Pembahasan.pdf 1392.56
8. 2001_TA_STL_08295001_Bab-6_Kesimpulan-dan-saran.pdf 605.54
9. 2001_TA_STL_08295001_Daftar-pustaka.pdf 490.11
10. 2001_TA_STL_08295001_Lampiran.pdf 1229.93

P PL TU Muara Karang menggiinakan bahan bakar residu sebagai bahan bakar pemanasan air boiler. Dari pembakaran yang tidak sempuma akan dihasil gas-gas pencemar yang meliputi: S02, CO, C02, H2S, NOx, dan debu.Kualitas udara ambien di titik lokasi sampling dipengaruhi juga oleh berbagai sumber pencemar lain seperti : emisi kendaraan bermotor dan emisi yang dihasilkan dari sumber area pemukiman. Faktor utama yang mempengaruhi penyebaran zat pencemar di udara adalah faktor meteorologi, seperti : kecepatan angin, kelembaban udara, intensitas hujan, tekanan atmosfer dan temperatur udara.Dengan memperhitungkan faktor-faktor meteorologis tersebut, dapat ditentukan lokasi sampling yang merupakan titik dimana terjadinya konsentrasi maksimum dari setiap parameter, yaitu Muara Baro yang berjarak 3.500 m dari PLTU Muara Karang dan halaman Pos Satpam PLTU Muara Karang untuk mengukur konsentrasi pencemar di sekitar PLTU Muara Ka.rang.Dari hasil perhitungan, diperoleh konsentrasi partikulat sebesar 8 µg/Nm3, S02 sebesar 59,9 µg/Nm3, dan NOx sebesar 23,7 µg/Nm3 di titik sampling Muara Baru untuk: kapasitas pembangkit • 300 MW. Sedangkan untuk kapasitas pembangkit 400 MW pada titik lokasi sampling yang sama, diperoleh konsentrasi partikulat sebesar 0,2 µg/Nm3, S02 sebesar 1,06 µg/Nm3, dan NOx sebesar 0,42 µg/Nm3.Untuk sumber pencemar pemukiman, diperoleh konsentrasi partikulat sebesar0,02 µg/Nm3, S02 sebesar 0,1 µg/Nm3, dan NOx sebesar 0,02 µg/Nm3 di titik sampling Muara Barn. Untuk lokasi sampling Pos Satpam, konsentrasi dari tiap parameter tidak: jauh berbeda dengan titik sampling Muara Baru, yaitu konsentrasi partikulat sebesar 0,02 µg/Nm3, S02 sebesar 0,1 µg/Nm3, dan NOx sebesar 0,02ug/Nnr',Untuk sumber pencemar kendaraan bennotor, diperoleh konsentrasi partikulat sebesar 5,07 µg/Nm3, S02 sebesar 8,32 µg/Nm3, dan NOx sebesar 24,4 µg/Nm3 di titik sampling Muara Baro. Sedangkan untuk titik sampling Pos Satpam, diperoleh konsentrasi partikulat sebesar 19,47 µg/Nm3, S02 sebesar 31,87 µg/Nm3, dan NOx sebesar 95 µg/Nm3.Berdasarkan basil pengukuran, besamya konsentrasi partikulat mempunyaikisaran antara 30,15 µg/Nm3 - 30,98 µg/Nm3, di titik Muara Baru sedangkan diPos Satpam PLTU, besamya konsentrasi partikulat mempunyai kisaran antara19,68 µg/Nm3 - 20,68 µg/Nm3• Besamya konsentrasi S02 mempunyai kisaran antara 66,55 µg/Nm3 - 68,96 µg/Nm3, di Muara Baru, sedangkan di Pos Satpam PL TU, besamya konsentrasi S02 mempunyai kisaran antara 28, 16 µg/Nm3 - 30, 11 µg/Nm3. Sedangkan NOx mempunyai konsentrasi yang berkisaran antara 44,30 µg/Nm3 - 46,12 µg/Nm3, untuk titik Muara Barn, dan di Pos Satpam PLTU, besamya konsentrasi NOx mempunyai kisaran antara 92,30 µg/Nm3 - 94,66 µg/Nm3.

M Muara Karang Power Plant has uses residual fuel oil to produce steam to generate electric power. This results in any a 802, CO. C02, H2S, Nox, emissions and ash.Ambient air quality at sampling locations was influenced by otheremissions from vehicles and residential emission. The main factors influencing the emission spread in the air are meteorology factors, such as wind velocity, rain intensity, atmospheric stresses and air temperature.Taking into consideration such meteorological factors sampling location having maximum concentration could be determined for eachparameter, that is Muara Baro located 3.500 m from Muara Karang PowePlant and the Pos Satpam area of Muara Karang Power Plant.The calculated values for particulate ware 8 µg/Nm3 , 802 59.9µg/Nm3, and Nox of 23.7 µg/Nm3 at Muara Baro sampling for point for a of 300MW. Whereas for a power capacity of 400 MW on the same point for a sampling location, particulate concentration is 0.2 µg/Nm3, 802 is 1.06 µg/Nm3, and Nox is 0.42 µg/Nm3•For resident emission, particulate was 0.02 µg/Nm3 , 802 was 0.1µg/Nm3 , and Nox 0.02 µg/Nm3 at Muara Baro sampling point. For Pos Satpam sampling location, concentrations of each paramater was similar to Muara Baru sampling location.For vehicle emission, particulate was 5.07 µg/Nm3 , 802 was 8.32µg/Nm3, and Nox 24.4 µg/Nm3 at Muara Baro sampling location. Whereas at Pos Satpam sampling location, particulate were respectively 19.47 µg/Nm3, S02 is 31.87 µg/Nm3, and NOx is 95 µg/Nm3•Measurement results of particulate was 30.15 µg/Nm3 -30.98 µg/Nm3for Muara Baro sampling location and 19.68 µg/Nm3 -20.68 µg/Nm3 for PosSatpam sampling location. The 802 concentration were between 66.55 µg/Nm3 -68.96 µg/Nm3 for Muara Baro sampling location and 28.16 µg/Nm3 - 30.11µg/Nm3 for Pos Satpam sampling location, whereas the Nox concentration has between 44.30 µg/Nm3 - 46.12 µg/Nm3 for Muara Baro sampling location and92.30 µg/Nm3 -94.66 µg/Nm3µg/Nm3 for Pos Satpam sampling location.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?