DETAIL KOLEKSI

Analisis hubungan antara jumlah hari hujan dan potensi banjir di Jakarta Timur


Oleh : Arie Pratiwi Handayani

Info Katalog

Nomor Panggil : -

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1999

Pembimbing 1 : Soepangat Soemarto

Pembimbing 2 : Mulyadi C Harjono

Subyek : Flood control - Environmental aspects

Kata Kunci : West Jakarta, flooding potention, super posisi method


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1999_TA_STL_08293011_Halaman-Judul.pdf 936.73
2. 1999_TA_STL_08293011_Lembar-Pengesahan.pdf 683.16
3. 1999_TA_STL_08293011_Bab-1_Pendahuluan.pdf 719.09
4. 1999_TA_STL_08293011_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1330.67
5. 1999_TA_STL_08293011_Bab-3_Deskripsi-Wilayah-Jakarta-Timur.pdf 1904.97
6. 1999_TA_STL_08293011_Bab-4_Metodologi-Penelitian.pdf 621.18
7. 1999_TA_STL_08293011_Bab-5_Hasil-Dan-Pembahasan.pdf 3427.71
8. 1999_TA_STL_08293011_Bab-6_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf 566.42
9. 1999_TA_STL_08293011_Daftar-Pustaka.pdf 506.88
10. 1999_TA_STL_08293011_Lampiran.pdf 1432.59

P Penelitian Tugas Akhir ini membahas tentang analisis hubungan antara jumlah hari hujan dan potensi banjir yang terjadi di Jakarta Timur. Selain jumlah hari hujan, akan dibahas juga mengenai jumlah hujan sebagai data pendukung.Analisa hubungan dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan menggunakan Metode Super Posisi, dan melakukan perhitungan korelasi dengan menggunakanrumus statistik.Pembahasan mengenai deskripsi wilayah Jakarta Timur, meliputi , kondisi tanahnya, keadaan topografi, tata guna lahan, bentuk wilayah dan lokasi daerah rawan banjir.Jenis tanah di Jakarta Timur terdiri dari 4 macam, yaitu Latosol Merah, Aluvial Kelabu, Aluvial Coklat dan Hidromorfik Kelabu, yang hampir semuanya bertekstur fiat dan berstruktur halus. Keadaan seperti ini berpengaruh pada daya serap tanah. Tanah-tanah yang mempunyai tekstur liat dan struktur halus, sangat sulit untuk menyerap air, sehingga menyebabkan teijadinya banjir.Sesuai dengan data tata guna lahan, pada wilayah Jakarta Timur hampir 75% dari wilayahnya atau sekitar 140,67 km2, meliputi daerah pemukiman, perkantoran, kawasan industri dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Hal ini juga menyebabkan berkurangnya daya. serap tanah karena sebagian besar tanah tertutup oleh adanya bangunan-bangunan tersebut.Untuk kurun waktu selama 30 tahun, yakni tahun 1968-1997, pada stasiun Halim Perdana Kusuma, jumlah hari hujan pada tahun maksimum, yakni tahun 1990, sebanyak 150 hari, dengan jumlah hujan sebesar 3013 mm per tahunHalim Perdana Kusuma, jumlah hari hujan pada tahun maksimum, yakni tahun 1990, sebanyak 150 hari, dengan jumlah hujan sebesar 3013 mm per tahun.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?