DETAIL KOLEKSI

Perancangan lansekap pantai pesta seni di Desa Taipa, Kendari - Sulawesi Tenggara


Oleh : Rukmini

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Rustam Hakim

Pembimbing 2 : Hernani Barnas

Subyek : Beaches - Recreational use - Designs and plans;Landscape architecture

Kata Kunci : landscape design, art party beach, Taipa Village, Kendari, Southeast Sulawesi


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2000_TA_SAL_08195098_Halaman-Judul.pdf 2285.97
2. 2000_TA_SAL_08195098_Lembar-Pengesahan.pdf 680.69
3. 2000_TA_SAL_08195098_Bab-1_Pendahuluan.pdf 968.87
4. 2000_TA_SAL_08195098_Bab-2_Studi-Kepustakaan....pdf 1102.39
5. 2000_TA_SAL_08195098_Bab-3_Identifikasi-Potensi-dan-Kendala-Tapak....pdf 1518.38
6. 2000_TA_SAL_08195098_Bab-4_Program-Pengembangan-Kebutuhan....pdf 707.17
7. 2000_TA_SAL_08195098_Bab-5_Konsep-Perancangan-Lansekap.pdf 816.29
8. 2000_TA_SAL_08195098_Bab-6_Hasil-Rancangan-Lansekap.pdf 963.18
9. 2000_TA_SAL_08195098_Daftar-Pustaka.pdf 646.16
10. 2000_TA_SAL_08195098_Lampiran.pdf 3740.29

S Sulawesi Tenggara mempunyai banyak tempat rekreasi yang masih alami. Pada umumya, tempat rekreasi tersebut berada di tepi pantai karena Kendan sebagai ibu kota propinsi Sulawesi Tenggara sendiri berada tidak jauh dari pantai. Selain dan pada itu, masyarakat kota Kendari lebih suka menghabiskan masa liburan mereka di tempat-tempat rekreasi pantai tersebut. Adat istiadat yang masih kental yaitu adat suku Tolaki masih dapat dirasakan dalam kota Kendari, karena pada umumnya masyarakat masih menggunakan bahasa Tolaki, dan mengadakan pesta yang diwarnai dengan tan- tarian adat suku Tolaki, seperti Malulo yang populer di dalam masyarakat Kendari.Potensi alami dan kekayaan seni budaya masyarakat Sulawesi Tenggara merupakan paduan yang mempunyai nilai baik untuk pendapatan bagi Pemda setempat juga sebagai suatu sarana yang dapat menarik para wisatawan Potensi alaminya adalah tempat rekreasi pantai yang masih alami walaupun pemah tersentuh tangan manusia tetapi kesan alaminya masih dapat dirasakan. Kekayaan seni budaya dimana tempat rekreasi tersebut berada seperti kerajinan tangan (sarung Tolaki, marmer, gembol) dan tari-tarian adat yang masih sering ditampilkan dalam berbagai upacara perayaan hari-hari penting dan bersejarah, serta upacara perkawinan dan penyambutan.Penggabungan antara potensi alami pantai ( sea, sand, sun / laut, pasir, matahari) dengan kekayaan seni budaya masyarakat Tolaki dapat menghasilkan suatu tempat rekreasi yang tidak hanya sebagai wadah untuk menampung kegiatan rekreasi pantai, tetapi juga memberikan ciri khas / kesan yang menunjukkkan bahwa tempat rekreasi itu adalah " daerah Tolaki Jadi pengunjung tempat rekreasi tersebut dapat melakukan aktivitas rekreasi pantai sekaligus dapat menikmati / menyaksikan kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara atau masyarakat Tolaki.Agar semua tujuan dari program tersebut diatas dapat dicapai maka, konsep alami pantai serta konsep masyarakat Tolaki itu sendiri yaitu " Kalo atau persatuan. Jadi, dalam rancangannya akan menggunakan konsep pendekatan kepada potensi yang dimiliki pantai I rsebut yang digabungkan dengan kekayaan seni budaya masyarakat Tolaki.Rancangan yang akan dihasilkan adalah suatu tempat rekreasi dimana ruang-ruangnya terbagi atas ruang-ruang pamer hasil seni budaya masyarakat Tolaki dan ruang aktivitas oiah raga pantai serta ruang untuk menikmati keindahan alam pantai sehingga para pengunjung dapat mefasakan kesan tersendiri dari Art Gallery Beach of South East Sulawesi.

S Southeast Sulawesi has many unspoiled recreational spots. In general, these recreational areas are located on the seashore because Kendan, the capital of Southeast Sulawesi province, is not far from the beach. Apart from that, the people of Kendari city prefer to spend their holidays in these beach recreation areas. Customs that are still thick, namely the customs of the Tolaki tribe can still be felt in Kendari, because in general the community still uses the Tolaki language, and holds parties colored with traditional Tolaki dances, such as the Malulo which is popular in the Kendari community.The natural potential and the richness of the arts and culture of the people of Southeast Sulawesi are a combination that has good value for income for the local government as well as a means that can attract tourists. Its natural potential is a beach recreation area that is still natural even though it has been touched by human hands but its natural impression can still be felt. The richness of cultural arts where the recreation area is located, such as handicrafts (Tolaki sarongs, marble, gembol) and traditional dances are still often featured in various ceremonies to celebrate important and historic days, as well as wedding and welcoming ceremonies.The combination of the natural potential of the beach (sea, sand, sun / sea, sand, sun) with the rich cultural arts of the Tolaki people can produce a recreation area that is not only a place to accommodate beach recreational activities, but also gives a characteristic / impression that shows that The recreation area is the "Tolaki area. So visitors to the recreation area can do beach recreation activities as well as enjoy / witness the richness of cultural arts owned by Southeast Sulawesi or the Tolaki community.So that all the objectives of the above program can be achieved, the natural concept of the beach and the concept of the Tolaki community itself, namely "Kalo or unity. So, in its design it will use the concept of an approach to the potential of the beach which is combined with the richness of cultural arts of the Tolaki community.The design that will be produced is a recreation area where the spaces are divided into showrooms for the cultural arts of the Tolaki people and a space for beach sports activities as well as a space to enjoy the natural beauty of the beach so that visitors can experience the distinct impression of the Art Gallery Beach of South East. Sulawesi

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?