DETAIL KOLEKSI

Toksin botulismus dalam penanganan bruxism (studi pustaka)

0.0


Oleh : Siuvany Prasetyo

Info Katalog

Nomor Panggil : 615.1 SIU t

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : Dr. drg. Didi Nugroho S., M.Sc

Subyek : Dentistry - Farmacological therapy

Kata Kunci : bruxism, bruxism's bad effect, botulinum toxin


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_KG_04006165_Halaman-Judul.pdf 788.73
2. 2009_TA_KG_04006165_Bab-1.pdf 703.99
3. 2009_TA_KG_04006165_Bab-2.pdf 1749.68
4. 2009_TA_KG_04006165_Bab-3.pdf 683.86
5. 2009_TA_KG_04006165_Bab-4.pdf 590.71
6. 2009_TA_KG_04006165_Daftar-Pustaka.pdf 682.38

B Bruxism merupakan kebiasaan oral yang ditandai dengan aktivitas ritmik otot temporomandibular yang menyebabkan adanya tekanan kontak berlebih antara permukaan gigi geligi, baik pada waktu tidur maupun siang hari. Hal ini dapat disertai dengan clenching dan grinding. Kebiasaan tersebut sulit diatasi dalam dunia kedokteran gigi karena etiologi bruxism belum dapat diketahui secara pasti. Dampak buruk yang diakibatkan bruxism, seperti rusaknya permukaan gigi, otot-otot wajah dan pengunyahan, sendi temporomandibular, kelenjar saliva, jaringan periodonsium dan perubahan penampilan penderita, menjadi perhatian di bidang kedokteran gigi. Perawatan konvensional seperti perawatan dental, tingkah laku dan farmakologi, pada umumnya sering tidak berhasil dan tidak efektif. Salah satu perawatan farmakologi yang berpotensi dalam mengurangi gejala bruxism secara efektif adalah dengan menggunakan toksin botulismus yang sering ditemukan dalam makanan kaleng yang terkontaminasi. Toksin tersebut diinjeksi pada otot maseter dan temporalis secara lokal oleh seorang operator yang telah terlatih dan berpengalaman. Toksin bekerja dalam jangka waktu 3-6 bulan, setelah masa kerja berakhir dapat dilakukan injeksi ulang. Toksin botulismus merupakan rantai polipeptida yang akan dipecah menjadi rantai panjang dan rantai pendek. Kedua rantai tersebut secara spesifik akan menghambat pelepasan asetilkolin pada sambungan saraf otot. Hal ini menyebabkan kelemahan pada otot yang diinjeksi sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan gejala bruxism dalam jangka waktu yang cukup lama. Perawatan bruxism dengan toksin botulismus tidak menimbulkan efek samping yang berarti, bahkan sering tidak dijumpai efek samping dalam perawatan. Dengan demikian, perawatan bruxism dengan toksin botulismus merupakan perawatan yang efektif dan aman.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?