DETAIL KOLEKSI

Pengaruh kompetensi moral, keahlian auditor, karakteristik individu terhadap kemampuan deteksi kecurangan dan intensi whistleblowing : tahun ke 2 dari rencana 3 tahun


Oleh : Harti Budi Yanti, Harya Kuncara Wiralaga, Christina Dwi Astuti

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Subyek : Auditors - Professional ethics

Kata Kunci : auditor, fraud, whistleblowing


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_1.pdf 1909.38
2. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_2.pdf 1265.44
3. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_3.pdf 4727.77
4. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_4.pdf 921.38
5. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_5.pdf 1549.52
6. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_6.pdf 1215.63
7. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_7.pdf 908.74
8. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_8.pdf 978.61
9. 2017_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_9.pdf 82336.22

K Kemampuan deteksi kecurangan auditor harus segera ditingkatkan, merupakan saran penelitian Yanti, et.al (2016). Salah satunya adalah dengan mengadopsi polapikir auditor forensik (fraud auditor mindset). Kinerja fraud auditor ini terbukti lebih balk dibandingkan auditor eksternal dalam mendeteksi kecurangan (Bortiz, et.al. 2008). Jika auditor diwajibkan untuk mempu mendeteksi indikasi kecurangan, maka adopsi fraud auditor mindset merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk dipraktikan dalam pendidikan akuntansi hingga tercipta lulusan sarjana akuntansi yang lebih berkualitas. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh perbedaan polapikir (mindset) auditor vs .fraud auditor terhadap kemampuan deteksi kecurangan yangdiproksikan dengan asesmen risiko eksperimen. Subjek penelitiannya ad kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok lainnya mengad materialitas, aspek kelefi auditor lebih tertarik • ada.l diskrepansi, aspek ke erjadian pengendalian internal kecurangan dengan menggunakan disain para auditor yang terbagi dalam dua for dengan fraud auditor mindset, dan Auditor lebih peduli pada aksi. Sementara, fraud yang tidak material), i fiktif), kelemahan erkompromi. Mindset ini selanjutnya akan membentuk problem presentation yang akhirnya mempengaruhi kemampuan mendeteksi kecurangan. Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana faktor pola pikir mempengaruhi problem presentation dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja auditor dalam deteksi kecurangan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi teknik meningkatkan kemampuan deteksi kecurangan auditor, dan menambah referensi pada literatur audit kecurangan. Selain itu, hasil penelitian ini akan memberikan manfaat dalam mendisain pendidikan dan latihan deteksi kecurangan, disain model alat bantu auditor untuk mendeteksi kecurangan, keputusan rekrutmen, penilaian kinerja dan renumerasi bagi auditor yang potensial menjadi best fraud detector.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?