DETAIL KOLEKSI

Indeks kinerja investasi daerah (IKID) dan indeks potensial investasi daerah (IPID) sebagai tolok ukur daya saing daerah: tahun ke 1 dari rencana 2 tahun

3.7


Oleh : Sri Yani Kusumastuti, Raden Rudi Alhempi

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Subyek : Investments

Kata Kunci : regional investment, investors, investment potential index.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_1.pdf 3142.56
2. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_2.pdf 1963.2
3. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_3.pdf 4840.12
4. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_4.pdf 800.68
5. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_5.pdf 1763.97
6. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_6.pdf 18463.26
7. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_7.pdf 771.32
8. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_8.pdf 1396.69
9. 2016_LP_IE_Indeks-Kinerja-Investasi_9.pdf 20610.92

P Penelitian ini bertujuan untuk menghitung indeks kinerja investasi daerah di Indonesia. Indeks yang akan dihitung adalah Indeks Kinerja Investasi Daerah (IIUD) dan Indeks Potensial Investasi Daerah (IPID). IKID menunjukkan bagaimana suatu daerah menarik masuknya investasi yang dihitung relatif terhadap besar kecilnya perekonomian, yaitu rasio pangsa PMDN yang masuk ke suatu perekonomian terhadap dunia terhadap pangsa PDRB terhadap total. IPID menunjukkan faktor-faktor yang diharapkan mempengaruhi daya tarik suatu daerah dalam menarik investor. Kedua indeks ini diharapkan mampu memberikan gambaran awal pada investor daerah-daerah mana yang mempunyai indeks kinerja investasi yang mengindikasikan potensi investasi yang menguntungkan. Berdasarkan kedua indeks ini akan ditentukan indeks daya saing daerah di Indonesia. Pada tahap awal akan ditentukan indeks daya saing untuk provinsi di Indonesia dan pada tahap selanjutnya akan ditentukan indeks untuk kabupaten/kota di Indonesia.. Hasil penggabungan kedua indeks menghasilkan 4 kelompok provinsi, yaitu front• runner, above potential, below potential, dan under performers. Selama 6 tahun terjadi sedikit pergeseran pengelompokan provinsi yang disebabkan oleh naik/turun IKID dan naik/turun IPID. Terdapat 6 provinsi yang pada awalnya berada di front• runner karena IIUD dan IPID yang tinggi, diakhir periode penelitian ada yang hanya tinggal 2 provinsi karena IKIDnya turun, misal Kep. Riau, DKI Jakarta, dan Bali. Sebaliknya terdapat juga provinsi-provinsi yang naik IKIDnya sehingga bergeser dari kelompok under performers menjadi above potential. Naiknya IKID disebabkan oleh naiknya investasi yang masuk ke propinvi-propinvi tersebut terutama di Indonesia Bagian Timur, seperti Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Investasi yang masuk terutama di sektor pertambangan dan sektor perikanan. Potensi perikanan di perairan Indonesia Timur dan adanya moratorium ijin kapal tangkap ikan asing membuat potensi perikanan menjadi primadona bagi investor untuk membangun sarana dan prasarana sektor perikanan. Peraturan pemerintah tentang kewajiban perusahaan pertambangan membangun smelter sumber daya alam juga menjadi pendorong investasi di sektor pertambangan.

T This study aims to calculate the performance index of regional investment in Indonesia. The index will be calculated is the Regional Investment Performance Index (IIUD) and the Regional Investment Potential Index (IPID). IKID shows how an area attractive investments are measured relative to the size of the economy, ie the ratio of the share of domestic investment coming into the economy of the world against the GDP share of the total. IPID shows the factors are expected to affect the attractiveness of a region in attracting investors. Both indexes are expected to provide an initial picture on investors\' areas that have investment performance indices that indicate the potential for a profitable investment. Based on this index will be determined both regional competitiveness index in Indonesia. In the initial phase will be determined for the provincial competitiveness index in Indonesia and in the next step will be determined the index for districts / cities in Indonesia .. The result of merging the two indices produced 4 groups of provinces, which fronts • runner, above potential, below potential, and under-performers , For 6 years there was a slight shift in the grouping of provinces caused by the up / down IKID and up / down IPID. There are 6 provinces which was originally located in front • IIUD and IPID runner for the high end of the study period there were only staying two provinces because IKIDnya down, eg Kep. Riau, Jakarta and Bali. Conversely there are also provinces that rose IKIDnya thus shifted from groups under-performers be above potential. IKID rising due to the increase of investment into the propinvi-propinvi especially in Eastern Indonesia, North Maluku, Papua and West Papua. Incoming investment, especially in mining and fisheries sectors. Potential fisheries in the waters of East Indonesia and the moratorium on permits foreign fishing boats make fishing to be excellent potential for investors to build facilities and infrastructure of the fisheries sector. Government regulation of the mining company\'s obligation to build a smelter natural resources is also a driver of investment in the mining sector.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?