DETAIL KOLEKSI

Pengaruh kompetensi moral, keahlian auditor, karakteristik individu terhadap kemampuan deteksi kecurangan dan intensi whistleblowing : tahun ke 1 dari rencana 3 tahun


Oleh : Harti Budi Yanti, Hasnawati, Christina Dwi Astuti

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Subyek : Auditors - Professional ethics

Kata Kunci : auditor, fraud, whistleblowing


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_1.pdf 2949.19
2. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_2.pdf 4367.59
3. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_3.pdf 13174.42
4. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_4.pdf 1342.29
5. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_5.pdf 1669.68
6. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_6.pdf 3603.49
7. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_7.pdf 810.01
8. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_8.pdf 4205.44
9. 2016_LP_AK_Pengaruh-Kompetensi-Moral_9.pdf 26183.51

T Tugas deteksi kecurangan adalah tugas baru bagi akuntan publik dan bukanlah tugas mudah dan dapat dilakukan oleh setiap auditor. Kemampuan deteksi kecurangan auditor eksternal jauh dibawah auditor internal berdasarkan data yang tersaji dalam Laporan tahunan ACFE tahun 2016. Joseph Wells, pendiri dan ketua Certified Fraud Examiner (CFE) mengungkapkan bahwa para CPA baru belum peduli dengan fenomena kecurangan. Hingga 80 tahun terakhir ini, lulusan · akuntansi yang belum terlatih dihadapkan pada para pelaku kecurangan yang lihai dan manipulatif. Hingga miliyaran dolar hilang, belum juga mampu memberikan perlawanan. Rendahnya kemampuan auditor untuk mendeteksi adanya kecurangan menjadi kritik pedas dari pemanfaat jasa akuntan. Pihak industri mengecam perlunya auditor meningkatkan kemampuan deteksi kecurangan keuangan. Penelitian ini menguji pengaruh kompetensi teknis, skeptisme profesi, persistensi, keterampilan berfikir kritis dan keterampilan berkomunikasi terhadap kemampuan mendeteksi kecurangan pada auditor publik. Penelitian ini juga menguji peran kompetensi moral pada hubungan antara kompetensi teknis dengan kemampuan mendeteksi kecurangan sebagai variabel pernoderasi. Objek penelitian ini adalah 13 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta dengan subjek penelitian adalah auditor publik (ekstemal). Responden penelitian ini berjurnlah 342 orang auditor dari sernua tingkatan hirarki di KAP, meliputi yunior, medior, senior, supervisor, asosiate partner dan partner. Pemilihan auditor sebagai subjek penelitian didasarkan pada adanya standar akuntan publik yang mengatur kewajiban untuk merancang dan melaksanakan audit yang dapat memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan yang disajikan bebas dari salah saji yang material, salah saji baik yang disengaja rnaupun tidak disengaja. Pemilihan auditor ekstemal ini berdasarkan pertimbangan bahwa masih tertinggalnya keterampilan auditor ekstemal dalam mendeteksi kecurangan dibandingkan auditor internal. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner baik secara langsung ke KAP maupun melalui surel. Kompetensi teknis diukur menggunakan indikator level pendidikan, sertifikasi profesi, level jabatan di KAP, frekuensi mengaudit, frekuensi mendeteksi kecurangan dan lama kerja sebagai auditor hingga saat ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kornpetensi teknis, skeptisme profesi, persistensi, ketrampilan berfikir kritis dan ketrampilan berkomunikasi terbukti secara ernpiris berpengaruh positif terhadap kemampuan rnendeteksi kecurangan. Sernentara, kompetensi moral tidak mempengaruhi kernampuan deteksi kecurangan dan tidak memoderasi hubungan antara kompetensi teknis dengan kemampuan mendeteksi kecurangan. Kompetensi moral auditor eksternal berada pada tingkatan kompetensi sedang dan tinggi, namun tidak mempengaruhi kemampuan mendeteksi kecurangan.

F Fraud detection task is a new task for CPAs and not an easy task and can be performed by any auditor. Fraud detection capability far below the external auditor internal auditor based on the data presented in the annual report 2016. ACFE Joseph Wells, founder and chairman of the Certified Fraud Examiner (CFE) revealed that the new CPA is not concerned with the phenomenon of cheating. Until the last 80 years, graduates · accounting untrained actors faced with wily and manipulative fraud. Up to billions of dollars lost, yet also capable of offering resistance. Low ability of auditors to detect fraud into criticism from users of accounting services. Parties need auditor criticized the industry improve financial fraud detection capabilities. This study examines the effect of technical competence, professional skepticism, persistence, critical thinking skills and communication skills to the ability to detect a fraud on the public auditor. This study also examines the role of moral competence on the relationship between technical competence with the ability to detect fraud as pernoderasi variables. The object of this study was 13 Public Accounting Firm (KAP) in Jakarta with the research subjects were public auditors (external). This survey respondents berjurnlah 342 auditors of the KAP sernua hierarchy levels, including juniors, medior, senior, supervisor, associate partner and a partner. Selection of auditors as research subjects based on their public accounting standards governing the obligation to design and perform the audit to provide reasonable assurance that the financial statements are free from material misstatement, whether intentional misstatements unintentional. Selection of external auditors is based on the consideration that the external auditor is still lagging skills in detecting fraud than the internal auditor. Data were obtained through questionnaires directly to the firm or by email. Technical competence is measured using indicators of educational level, professional certification, job level in KAP, audit frequency, the frequency detecting fraud and length of employment as auditor until today. Results of the study revealed that kornpetensi technical, professional skepticism, persistence, critical thinking skills and communication skills ernpiris proven positive effect on the ability rnendeteksi fraud. Sernentara, moral competence does not affect kernampuan fraud detection and do not moderate the relationship between technical competence with the ability to detect fraud. Moral competence of external auditors are in the medium and high levels of competency, but does not affect the ability to detect fraud.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?