DETAIL KOLEKSI

Pembuatan surfaktan NaLS dari limbah ampas tebu dalam usaha peningkatan produksi minyak : tahun ke 1 dari rencana 2 tahun


Oleh : Sugiatmo Kasmungin, Rini Setiati, Reno Pratiwi, Wiwik Dahani

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Subyek : Bagasse - Recycling;Refuse and refuse disposal;Secondary recovery of oil

Kata Kunci : bagasse, insulation lignin, lignin, sulphonated, lignosulfonate surfactant, recovery factor


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_1.pdf 1174.97
2. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_2.pdf 1042.45
3. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_3.pdf 1833.72
4. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_4.pdf 952.17
5. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_5.pdf 2765.13
6. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_6.pdf 902.45
7. 2014_LP_TM_Pembuatan-Surfaktan-NaLS_7.pdf 1574.23

S Seiring dengan peningkatan komoditas tebu yang sedianya akan digunakan sebagai bahan baku produksi gula nasional, maka dapat dipastikan terjadi peningkatan limbah ampas tebu sebagai hasil samping kegiatan industri gula di tanah air. Sehingga dirasa perlu memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai usaha mengurangi beban lingkungan dalam mengolah limbah, disamping memberikan alternatif sumber bahan baku untuk suatu produk yang lebih bernilai guna, diantaranya sebagai bahan aditif dalam proses mekanisme fluida pendorong di kegiatan EOR, yaitu salah satu kegiatan yang biasa dilakukan dalam usaha meningkatkan perolehan minyak mentah dari reservoir rninyak bumi. Pcnelitian ini menitik beratkan pada usaha memperolch kondisi proses yang optimal dalam memperoleh produk surfaktan Natrium Lignosulfonat berbahan baku limbah ampas tebu, dengan menggunakan metode sulfonasi langsung. Aplikasi penggunaan produk surfaktan dalam kegiatan EOR akan diamati dalam hal kemampuannya mengurangi tegangan muka antara minyak dan fluida reservoir. Ampas tebu dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan surfaktan karena memiliki kandungan lignin yang cukup tinggi yaitu sekitar 19.6 %. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, proses pembuatan surfaktan berbahan baku lignin dapat dilakukan dengan metoda sulfonasi langsung, dimana proses hidrol isis (delignifikasi) dan sulfonasi berlangsung secara simultan, didasarkan pada proses pulping sulfit yang biasa dilakukan dalam pengolahan lignin menjadi garam lignosulfonat, dan dikenal sebagai proses Arbiso. Kandungan lignin yang cukup tinggi dalam ampas tebu, berpotensi sebagai bahan baku pembuatan surfaktan yang biasa digunakan dalam kegiatan EOR (Enhance Oil Recovery). Sebagai reaksi yang bersifat reversibel dan endotermis, maka proses sulfonasi dipengaruhi oleh jumlah reaktan dan suhu reaksi. Kondisi proses yang menggunakan tekanan cukup tinggi serta perluasan permukaan ampas tebu dengan cara memperkecil ukuran serpih, memungkinkan penetrasi gugus sulfonat ke dalam lignin berlangsung dengan ba ik. Sehi ngga jumlah reaktan, suhu reaksi dan ukuran serpih ampas tebu merupakan faktor yan g d ianalisa memberikan pengaruh pada rendemen produk surfaktan Natrium Lignosulfonat. Tujuan utama dilakukannya studi ini adalah untuk mendapatkan kondisi proses yang optimal dalam pengolahan limbah ampas tebu menjadi surfaktan Natrium Lignosulfonat menggunakan metode sulfonasi langsung, dengan variabel utama meliputi nisbah reaktan, suhu proses dan ukuran serpih ampas tebu dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh surfaktan Natrium Lignosulfonat yang dihasilkan terhadap penurunan tegangan muka. Sedangkan manfaat penelitian i ni adalah agar dapat memberikan a lternatif pemanfaatan limbah ampas tebu menjadi produk yang lebih mempunyai nilai guna sebagai a lternatif sumber bahan baku pembuatan surfaktan Natr ium Lignosulfonat yang akan digunakan sebagai titik awal pengembangan pemanfaatan su rfaktan Natrium Lignosulfonat berbahan baku limbah ampas tebu dalam kegiatan EOR. Pada akhirnya hasil penelitian ini dapar dimanfaatkan untuk pengembangan laboratorium EOR pada khususnya, dan dapat diberikan sebagai sumbang saran bagi pengembangan ilmu EOR dalam bidang Teknik Perminyakan

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?